Kertas Putih dan Spidol Hitam

Coba ambil secarik kertas putih dan sebuah spidol hitam, kemudian coba buat sebuah titik hitam di tengah-tengah kertas putih itu dan coba perhatikan dengan seksama ke kertas putih yang sudah diberi titik hitam tadi, apa yang Anda lihat ?

Kertas putih dengan satu titik hitam atau titik hitam di atas kertas putih? mana yang lebih menarik perhatian? kertas putihnya atau titik hitamnya ?

Iya, Titik hitam itu terlihat begitu menarik di atas secarik kertas putih karena dia berbeda. Apa yang kita bisa ambil dari kejadian di atas?

Titik hitam itu adalah kekurangan kita dan kertas putih itu adalah anugerah yang diberikan Tuhan untuk kita. Seringkali kita terlalu fokus pada kekurangan kita yang cuma setitik, tapi lupa akan anugerah Tuhan yang jauh lebih besar. Jika kita terus saja fokus kepada titik hitam itu, maka kita akan melupakan kertas putih yang sedemikian lebarnya jika dibandingkan dengan titik hitam itu sendiri.

Ada banyak orang yang jauh tidak beruntung daripada kita, coba Anda berkunjung UGD di sebuah rumah sakit, atau ruang ICU, di sana Anda akan merasakan betapa beruntungnya Anda dibanding dengan mereka yang terbaring tak berdaya di tempat tidur, bahkan untuk hanya sekedar bernafas saja mungkin buat mereka susah payah. Jadi tak sepantasnya kita hanya fokus pada satu titik hitam itu dan melupakan kertas putih yang begitu luasnya.

Mencoba melihat semua dari sisi yang paling terang, bahwa semua kejadian pasti ada alasannya. Everything happens for a reason. Apapun alasannya, positif thingking aja sama Tuhan.

Malam ini baru saja dapet kisah yang membuat saya jadi kembali teringat dengan kertas putih dan spidol hitam itu. Mungkin untuk banyak orang, bergelimang harta itu jauh lebih baik meski ga akur sama saudara, tapi buat saya, akur sama saudara itu jauh lebih membahagiakan daripada bergelimang harta. Kedengarannya klise ya? tapi itulah yang saya rasakan sekarang.

Kertas putih itu begitu lebar untukku, berupa saudara-saudaraku, orang tua ku, anak-anakku. Kami tidak bergelimang harta, tapi kami cukup bisa merasakan saling menyayangi, saling menjaga satu sama lain dengan cara kami. Sedang di sisi lain, ada orang yang kurang beruntung harus bertengkar dengan saudara atau bahkan orang tua nya sendiri, sungguh tidak terbayangkan untuk saya seandainya harus bertengkar dengan saudara atau orang tua saya sendiri. Dan sekali lagi saya benar-benar merasa beruntung.

Saya mendengar kisah itu tidak satu atau dua kali, tapi berkali-kali. itulah sebabnya kenapa saya semakin merasa beruntung memiliki saudara-saudara dan orang tua seperti mereka. Dulu orang tua kami mendidik kami dengan cinta, bukan dengan harta. Indah bukan …

Dan sekarang giliranku untuk memberikan hal yang sama kepada anak-anakku, meski aku belum bisa ada untuk mereka saat ini, tapi aku selalu berusaha ada untuk mereka. Mudah-mudahan suatu saat nanti aku bisa bahagiakan mereka dengan caraku.

Sekali lagi, aku merasa beruntung dengan begitu luasnya ‘kertas putih’ yang aku miliki.

Untuk Anda yang sudah membagi cerita kertas putih dan spidol hitam kepada saya, terima kasih. Saya tidak tahu apa yang Anda coba sampaikan, tapi mudah-mudahan saya bisa menerima sesuai dengan harapan Anda.

Alhamdulillah.

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s