andai saja bisa se-sederhana itu.

yup, andai saja bisa sesederhana itu. Saya sedang membicarakan tentang relationship ( tapi bukan jodoh ya, karena jodoh itu hak mutlak Tuhan ). Lantas sesederhana yang seperti apa sih ? oke, mari saya jelaskan sambil kita duduk dan ngopi. boleh?

Relationship biasanya berawal dari saling mengenal terlebih dahulu, ya kan? *ya iyalah, gimana mau punya relationship kalau enggak kenal terlebih dahulu … helloow* hehe iya, iya gak usah pake nge-gas gitu juga keles. Setelah saling kenal, maka baru bisa memutuskan bahwa apakah cukup yakin untuk memutuskan melanjutkan relationship ke tahap yang lebih serius, atau hanya cukup sebatas ini saja.

Masing-masing orang membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk bisa menyakinkan dirinya sendiri sebelum membuat keputusan untuk memulai relationship. Ada yang butuh sehari, seminggu, sebulan, setahun, 5 tahun atau bahkan 15 tahun. * itu mikir ato KPR yak?!* hehe. Hal itu salah satunya disebabkan oleh keyakinan bahwa semakin kita lebih bisa mengenal calon pasangan kita, akan semakin besar pula prosentase untuk bisa bahagia dan langgeng relationshipnya. Ada sebagian lagi yang memiliki keyakinan bahwa relationship itu tergantung sama niat dan komitmennya. Kalau udah niat dan commit, maka apapun masalah yang akan menghadang di depan sana, maka sepakat akan dihadapi bersama.

Ada yang sudah membangun relationship puluhan tahun dan berakhir bubar, ada yang baru beberapa hari langsung bubar. Entahlah, yang pasti ada begitu banyak faktor yang kemungkinan menjadi penyebab bubarnya relationship itu. tuh kan? rumit kan? haha.

Andai saja kita bisa menyederhanakan semua itu. Ketika sudah saling mengenal meski belum terlalu dalem bangeet kenalnya. Kalau memang sekiranya sudah yakin dengan calon pasangan kita, ya bismillah saja. sepakat untuk commit bersama-sama.

Umur, rejeki, jodoh mutlak ada di Tuhan. Setelah itu bisa sama-sama berdoa dan memohon mudah-mudahan pilihan yang sudah dibuat tidak salah. Kalaupun salah, ya sabar aja. Semua yang kita miliki itu titipan bukan? begitupun pasangan. Kalau memang sudah tidak cocok, sudan terlalu banyak perbedaan yang prinsip, dan sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan baik. ya sudah, karena mulainya berdua, ya diakhiri berdua, dengan penuh kesadaran masing-masing.

Dengan menyadari kemungkinan kesalahan masing-masing, kalau seandainya masih layak untuk diperjuangkan, ya perjuangkan. Komunikasikan dengan baik, saling mendengarkan, saling menasehati, saling memberikan pendapat. sederhana kan?

Jadi, seandainya bubaran juga bisa baik-baik kan? abis bubaran masih bisa tetap bersilaturahmi. haha. *ngimpiiiiiii*. Mungkin karena di masyarakat kita belum terbiasa dengan yang namanya menjaga silaturahmi dengan mantan, makanya jadi aneh aja klo liat mantang pasangan koq masih akur aja padahal udah bubaran. haha.

Pengalaman pribadi sih, karena kita bersedia menyederhanakan banyak hal. Menyederhanakan bukan berarti meremahkan lho ya? Karena kita sama-sama sepakat bahwa yang sudah ya sudah. Gak ada gunanya juga mau berantem seumur idup.

Just for info, membenci itu menghabiskan energi lho? gak percaya? coba aja. Kamu benci sama orang, berusaha ngelupain. Yang ada malah keinget muluk. Karena pada dasarnya, ngelupain itu butuh parameter apa yang mau dilupain, dan parameter itu hanya bisa didapat dengan mengingat. nah looo ?!!

Ah sudahlah, mungkin memang belum waktunya ketemu sama yang sederhana itu. Mudah-mudahan nanti lain waktu.

Siswanto, yang gak ganteng tapi sok kegantengan.

Aku tak suka membaca, tapi aku suka menulis.

Menulis sangat identik dengan membaca. Untuk dapat menulis tentang banyak hal, kita harus pula banyak membaca. Jika membaca itu hanya tentang buku, maka aku tak suka membaca. Tapi jika membaca itu tentang apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita pikirkan, maka aku adalah pembaca yang setiap, meski seringkali aku bukan pembaca yang baik dan pintar. Yup, tapi paling tidak aku berusaha untuk tetap senantiasa belajar.

Perintah pertama Tuhan yang diwahyukan kepada junjungan saya Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca. Tapi pada saat itu kalau tidak salah, Rasulullah justru adalah seorang yang buta-huruf atau tidak dapat membaca, lantas kenapa Tuhan memberikan perintah untuk membaca ? Karena bisa jadi, membaca itu bukan hanya tentang tulisan, tapi juga tentang lisan, ayat-ayat tersembunyi, bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang dituliskan di alam semesta ini.

Mungkin aku harus mulai belajar untuk suka membaca, supaya aku bisa lebih banyak lagi menulis, berbagi melalui tulisan. mudah-mudahan.

salam,

siswanto yang tulisan tangannya susah untuk dibaca, bahkan oleh dirinya sendiri.

Sok Tau

image

ahh … entah sudah berapa lama aku gak nulis di blog ini. rasanya udah lama sekali. mungkin karena kesibukan, pekerjaan, mengejar target supaya tetap bisa memberikan nafkah kepada keluarga. sekarang mau nulis lagi, mudah-mudahan saja ada manfaatnya.
entah sudah berapa ribu kali, berapa puluh tahun aku seringkali ‘sok tau’. mengerjakan sesuatu dengan cara maen hajar bleh saja, tanpa pernah terfikirkan untuk coba menanyakan dulu kepada Tuhan, apakah yang aku lakukan itu adalah yang terbaik atau ada cara lain yang lebih baik.
tahunan aku jauh dari-Nya tapi DIA sama sekali tak pernah meninggalkanku, berapa kali keajaiban datang menyelamatkan aku dari malu, tapi tetap tak nenyadarkan aku. aku tetap saja sok tau. ya ya ya … kalian boleh mencibirku, mungkin aku pantas untuk itu.
dan yang terakhir adalah saat aku sudah tak bisa melihat lagi jalan keluar yang harus aku ambil untuk menyelesaikan masalah itu, bahkan di saat yang seperti itupun aku masih tak sadar bahwa yang aku lakukan selama ini salah. *fiuh .. gebleknya aku*
tapi … jeng jeng … seperti biasa Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. lagi-lagi aku diberikan kesempatan untuk yang ke sekian kalinya. (alhamdulillah, matur nuwun Gusti). Kesampingkan dulu masalahnya, fokus untuk bisa diterima doa nya. Sholat tepat waktu, berjamaah, di masjid, kembali baca quran, sholat malam, mohon ampun dan lain-lain yang bisa membuat pasrah total.
(mudah-mudahan enggak jadi ujub) dan  ikhtiar pertama setelah itu adalah doa. Doain orang-orang terdekat, keluarga, teman sekerja. Kirim alfatihah kepada mereka semua, mudah-mudahan mereka semua senantiasa diberikan yang terbaik dalam hidup. 3×24 jam, baru mulai berani ikhtiar ke manusia. tapi ajaibnya … semua seolah hanya tinggal acc saja, masalah selesai hanya dalam beberapa hari kerja. luar biasa. (Allohu Akbar, Gusti Maha Ageng).
Sampai dengan urusan jodoh … ahh jadi malu mau ceritanya hehe. ya sudah, nanti lain waktu saja aku ceritakan ya.

Gusti mboten nate sare, Gusti Maha Welas Asih lan Maha Sugih. wis to, konsultasi dulu sama Alloh SWT, ikhtiar mentok, liat tanda-tandanya. pasti kebaca koq. Klo masih belum manteb, konsultasi lagi. malu? dari lahir ceprot juga harusnya kita sudah malu sama Gusti Alloh, justru klo kita ndak malu itu yang kurang ajar.

Berdoalah kepadaku, maka akan aku kabulkan. wis, kurang jelas gimana coba?

mudah-mudahan bermanfaat. have a nice weekend guys !

ps : ingetin buat bahas soal jodoh ya hehe …

Suasana pagi yang luar biasa

Posisi sawah yang berada agak jauh dari jalan raya membuat pagi di sawah jauh dari suara bising kendaraan yang berlalu lalang di jalan. Kalaupun masih terdengar ya hanya sayup-sayup saja. Yang lebih menonjol terdengar justru kicauan burung dan serangga yang seakan sedang bernyanyi menyambut indahnya pagi. 

Hangatnya sinar mentari sudah mulai terasa di kulit jika sudah jam 8 pagi, masih hangat dan belum panas. Angin yang berhembus sepoi-sepoi menambah lengkap suasana pagi menjadi makin luar biasa. Di sela-sela kegiatan memetik cabai, saya sempatkan sesekali memeriksa anak saya yang sedang berada di gubuk bambu kami. Sedari tadi saya masih bisa mendengar dia bernyanyi dan beracting seperti superhero favoritnya, tapi rasanya koq udah sepi gak terdengar suaranya lagi. Setelah saya periksa, ternyata anak saya sudah tertidur di gubuk kami. Alhamdulillah dan MasyaAlloh karena suasana sawah pagi ini pun berhasil membelai anak saya hingga tertidur pulas di gubuk kami.

Disela-sela kegiatan memetik cabai, saya berfikir suasana seperti ini yang dibutuhkan untuk mereka yang bekerja dan membutuhkan konsentrasi tinggi serta ketenangan dalam berfikir, salah satunya adalah profesi sebagai programmer. 

Dalam keheningan, kadang kita justru bisa menemukan hal-hal luar biasa yang seringkali terlewatkan oleh kita. 

Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa untuk bahagia ya 🙂

Ciri anak yang dominan otak kanannya.

ciri-ciri anak yang lebih dominan otak kanannya versi ayah Edy :
1. Biasanya sulit mengikuti pelajaran sekolah.
2. Biasanya sewaktu kecil termasuk anak yang terlambat berbicara dibanding anak seusianya.
3. Biasanya semasa masih balita lebih kuat tangan kiri atau cenderung lebih kidal.
4. Jika berbicara tidak runtut, tidak sistematis dan cenderung sulit dipahami.
5. Memiliki perasaan yang sangat sensitif atau peka.
6. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam kalimat atau sulit menyusun kalimat dalam mengungkapkan perasaanya.
7. Mudah hafal tanda-tanda, tempat atau rute yang pernah dilihat atau dilaluinya meski cuma sekali.
8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaannya.
9. Kadang-kadang suka bicara sendiri menceritakan fantasinya.
10. Kadang bercerita tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi seolah-olah tempat itu nyata baginya.
11. Konsentrasinya seringkali rendah pada pekerjaan atau kegiatan yg kurang disukainya ato yg diperintah oleh gurunya. Tapi memiliki konsentrasi penuh saat melakukan hal2 yg disukainya.
12. Seringkali membuat cara baru dalam menyelesaikan masalah.
13. Lebih suka permainan rancang bangun seperti lego, susun menyusun, gambar menggambar dan sebagainya.
14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitas sendirian.
15. Sebagian ada yg bisa membedakan jenis benda secara detil, seperti merek mobil, type pesawat, jenis2 hewan dsb.
16. Seringkali sulit belajar mengeja suku kata.
17. Sulit membedakan huruf b kecil dan d kecil
18. seringkali terbalik-balik saat menulis huruf b dgn d,w dgn m dsb.
19. Sulit mengerjakan soal matimatika dan logika serta rumus2 kecuali saat kita memberikan contoh analoginya.
20. Sebagian sulit memahami makna soal cerita matematika kecuali diberikan contoh langsung, praktek dan perumpamaan dengan alat bantu.
21. Sering memandang ke atas dan seperti anak yg sedang melamun.
22. Seringkali tidak suka mencatat dan lebih suka memenuh bukunya dengan gambar di sana sini.
23. Kalo sudah bisa membaca, seringkali saat membaca kata2nya sering melompat2 dan beberapa kata terlewati.
24. Jika sudah mengenal huruf atau angka biasanya akan bisa membaca urutannya sama cepat baik dari depan ke belakang maupun dari belakang ke depan.

Jangan kuatir, anak2 dengan ciri2 tersebut bukanlah anak2 yg bermasalah. Anak2 tersebut lebih dominan otak kanannya dan memiliki keunggulan di bidang imajiasi, design, rancang bangun baik di bidang science maupun seni.

Tragedi MINA

Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Mudah-mudahan para jamaah yang meninggal saat terjadi peristiwa tragedi MINA khusnul khotimah dan diterima di sisi Alloh SWT. amiin.
Tulisan ini tidak penting, hanya opini pribadi saya saat membaca beberapa posting di timeline facebook mengenai tragedi MINA, baik yang muncul dari halaman bersponsor maupun yang di share oleh teman facebook saya. Jadi, jangan terlalu dianggap serius tulisan ini.

Tulisan ini juga tidak ingin menyalahkan salah satu pihak atas terjadinya tragedi MINA, karena penulis pribadi tidak tahu dan belum pernah tahu dengan mata kepala sendiri tempat kejadian tragedi MINA tersebut (tapi mudah-mudahan suatu saat nanti bisa sampai juga di sana. In Sha Alloh). Sekali lagi, tulisan ini tidak bermaksud menyalahkan siapapun. meskipun saat ini paling gampang ya menyalahkan presiden saja, gak usah mikir banyak, malah gak usah pake otak. cuma pakai hati dan rasa benci saja sudah cukup. wekawekaweka.

Sekarang saatnya serius … *cieeee* Tragedi MINA, kalau nurut saya sih memang didukung oleh berbagai faktor. mulai dari kondisi, sarana, prasarana, cuaca, bahkan faktor jemaah itu sendiri. Saat berbagai faktor tersebut saling mendukung satu sama lain, maka terciptalah persepsi umum yang kemudian membuat sebagian jamaah memutuskan untuk melakukan ibadah lempar jumroh pada saat yang hampir bersamaan. Kemudian, itu membuat sarana dan prasarana yang ada menjadi tidak lagi memadai untuk bisa menampung dan mengakomodir jumlah jamaah yang melebihi kapasitas sarana dan prasarana. Setelah itu, maka spontan yang terjadi adalah “have no choice” atau tidak ada pilihan lagi selain melanjutkan ibadah meski dengan resiko yang tinggi.

Kalau faktor sarana prasarana masih bisa di kalkulasi lah ya, dengan luas sekian, daya tampung sekian, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ibadah rata-rata sekian menit per jamaah dan kemudian jumlah jamaah yang tahun tersebut melaksanakan ibadah haji, maka masih bisa dikalkulasi dan diatur bagaimana supaya sarana prasarana yang ada bisa tetap mengakomodir keperluan jamaah dan masih tetap aman. Entah dengan cara pembagian jadwal untuk kelompok jamaah, atau menerapkan buka tutup jalur seperti saat polisi mencoba mengurai kemacetan, dan lain-lain. Tentu saja dengan melihat trend jumlah jamaah haji yang dari tahun ke tahun selalu meningkat maka pertimbangan untuk memperluas, menambah dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana akan menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. Dan itu butuh proses tentu saja, gak bisa langsung semalem jadi.

Kalau faktor Alam, ini adalah faktor yang sebagian besar langsung berhubungan dengan kebijakan Alloh SWT. Kapan Alloh SWT menghendaki, ya kun faya kun. Tak akan ada yang bisa menghalangi. Termasuk faktor cuaca yang panas, mungkin ada hubungannya dengan pemanasan global tapi kalau dibahas bisa berbulan-bulan gak selesai-selesai nanti, dan lagi nanti ujung-ujung nya ya ke kita-kita lagi koq kenanya. Dengan habbit yang tidak terlalu memperdulikan lingkungan sekitar kita dan lain sebagainya. Khusus di Indonesia, bisa langsung menyalahkan presidennya. Mumpung sekarang lagi kekinian. haha.
Kalau faktor Manusia, …. beeeeuuuhh ini faktor yang paling complicated. Udah tau gimana rempongnya emak-emak ? itu salah satu contoh bahwa manusia itu makhluk paling compliacted. Dengan latar belakang pendidikan, budaya, keluarga, lingkungan dan lain sebagainya maka masing-masing kita menjadi individu yang unik. Memiliki pandangan dan persepsi masing-masing dalam berbagai hal.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa seperti tragedi MINA beberapa waktu yang lalu adalah dengan mengurangi jumlah jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. DUAAAARRR langsung deh pecah …” tapi kan berhaji itu hak semua orang ( yang mampu secara fisik, mental dan finansialnya ), jadi apa hak pemerintah membatas-batasi, ini namanya pelanggaran HAM”, “kalau kloternya dibatasin trus kita harus ngantri berapa tahun lagi?”. Atau dengan cara pemfilteran calon jemaah haji dengan memprioritaskan jemaah haji yang belum pernah berhaji lebih dahulu. DUAAARRRR pecah lagi. “Gue berangkat haji pake duit-duit gue, Gue mau berhaji berapa kali ya terserah Gue, Orang Gue gak minta dibayarin sama pemerintah, ngapain pake ngelarang-ngelarang orang mau pergi haji? dasar pemerintah Kafir”. tuh kan, masing-masing kita akan memiliki persepsi dan pemikiran yang berbeda. dan itu wajar, jadi ya selow saja. monggo saja punya pemikiran yang berbeda, tapi selama tidak merugikan orang lain ya silahkan. Contohnya : ya kalau memang sudah pernah berhaji dan mau berhaji lagi tapi tidak jadi prioritas oleh pemerintah masih bisa berangkat haji sendiri dengan ONH Plus Plus misalnya. dan saat nanti di sana terjadi sesuatu, maka yang pertama kali dilakukan adalah nyalahin pemerintah karena tidak care sama warganya yang sedang berhaji ONH Plus Plus. phiewww … tepok jidat.

Jadi, harusnya gimana dong ? kalau nurut idealnya. ( ideal itu kondisi dimana jemaah itu semua punya pemikiran yang sama, mau saling mengerti, menghormati, tertib, ngantri ) maka pembagian pelaksanaan ibadah haji di lokasi-lokasi yang sekiranya memiliki kapasitas atau daya tampung terbatas bisa menjadi pilihan. misalnya, kalau terowongan MINA daya tampungnya seribu orang, maka sebelum masuk terowongan dibatasi dulu, kalau sudah sekitar seribu jemaah yang sudah masuk, pintu masuk ditutup dulu. setelah sekiranya cukup waktu untuk melakukan ibadah di MINA maka jamaah segera diminta untuk melanjutkan perjalanan dan mengosongkan lokasi supaya bisa digunakan untuk jemaah berikutnya. Tapi sekali lagi, ini yang diurusin jutaan orang, bahkan mungkin puluhan atau ratusan juta orang. gimana coba ? repot juga kan ?

Atau, dengan membatasi kedatangan jemaah haji dari masing-masing negara ya dengan cara itu tadi, memprioritaskan calon jemaah yang belum pernah berhaji sebelumnya di masing-masing negara. dengan resiko ya itu tadi, pemerintahnya bakal dimaki-maki sama jemaah yang merasa dilanggar haknya untuk berhaji kembali.

Mudah-mudahan bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Alloh SWT mewajibkan kita berhaji hanya 1 kali seumur hidup juga pasti ada maksudnya, mungkin salah satunya adalah supaya yang pergi ke tanah suci bisa gantian dan bukan orang yang sama setiap tahunnya. Dan mudah-mudahan juga bisa jadi bahan evaluasi untuk semua pihak terkait. Sehingga pelaksanaan haji tahun-tahun berikutnya berlangsung lancar dan aman. In Sha Alloh.

sudah, itu saja.

Siklus.

Istilahmu, untuk semua yang datang dan pergi dalam hidupmu. Datang karena ada tendensi atau karena ada maunya, pergi karena ternyata kemauannya tidak terpenuhi atau, datang karena sudah tak ada lagi pintu yang terbuka dan hanya pintumu, pergi karena merasa bahwa tak mendapatkan apa yang diharapkan di pintumu. begitukah ?

so, menurutmu setiap datangku kepadamu itu pasti punya tendensi tertentu ? semua yang kamu sebut atas nama perhatian itu juga karena aku punya tendensi tertentu? mungkin itu yang muncul di benakmu ketika setiap kali ada whatsapp, bbm dariku ? hmmm pasti ada maunya nih ? begitukah ?

aku mengagumimu sejak dulu, hampir semua tentangmu. cara berfikirmu, sudut pandangmu, semangatmu, cara bicaramu, spontanmu, spiritmu, ketangguhanmu dan selalu saja bisa membuatku kagum dengan caramu. sering terlintas di benakku, bahwa aku belum pernah bertemu dengan orang sesempurna dirimu. dan bodohnya aku, aku membuat kesalahan yang fatal. kesalahan yang mungkin termaafkan, tapi tak mungkin terlupakan olehmu.

aku sadari sepenuhnya itu, meski kisah itu sudah berakhir, dengan tak tahu malunya aku masih berani berharap akanmu, masih berusaha menyakinkan bahwa aku layak mendapat 1 kesempatan lagi untuk bisa membuktikan bahwa aku bisa menjadi yang lebih baik dari aku yang dulu pernah membuat kesalahan itu. untuk kesekian kalinya, ketika jawabanmu adalah TIDAK, aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa … i’ll try it again later. karena sampai detik ini, aku tidak bisa menemukan yang bisa membuatku merasa, bersemangat, memiliki harapan kembali seperti yang selalu bisa kamu hadirkan, entah kamu sadari atau tidak.

tapi ketika aku tahu bahwa kamu menganggap kehadiranku dan kepergianku adalah siklus, siklus yang datang saat ada maunya dan pergi setelah mauku terpenuhi atau kecewa karena mauku tak terpenuhi, masih sempat terpikir bahwa, come on. kamu tak mungkin sepicik itu. tapi entahlah, begitukah ?

kenapa kamu tak berusaha untuk berada di posisiku sejenak saja, kemudian melihat dari sudut pandangku, merasakan dari sisiku. supaya kamu bisa tahu bahwa sakit ketika apa yang kamu lakukan dianggap memiliki tendensi oleh orang yang kamu sayang. *damn*. tapi ya sudahlah, mungkin kamu terlalu sempurna untuk bisa merasakan itu.

aku tak bisa pergi jauh darimu, kamu tahu apa sebabnya. berkali-kali aku katakan itu padamu. tapi sekarang, aku pergi, bukan karenamu. tapi karena aku. aku ngeman awakku dhewe. mungkin memang benar bahwa aku tak akan pernah bisa dapatkan kesempatan itu. jadi, ya sudahlah. toh tak semua yang kita inginkan harus jadi kenyataaan juga.

gak papa, sumpah gak papa. aku cuma ingin menyampaikan bahwa tak semua yang aku lakukan atau datangku kepadamu itu punya tendensi. begitupun dengan pergiku. itu saja. but, ya monggo saja sih. aku gak bakal mengusahakan pembenaran apapun koq. mudah-mudahan suatu saat kamu bisa merasakan itu. bahwa prasangkamu yang menjadikanmu tak bisa merasakan perhatian orang lain. mungkin.

you are doing a great job !

thank you for the years, amazing years with you.

mari kita mulai lagi semua dari awal

Ramadhan selalu membawa sesuatu yang spesial di setiap kedatangannya, tak terkecuali dengan ramadhan tahun ini. yup, begitu banyak moment yang ‘pas’, seolah-olah moment-moment itu memang sengaja dikumpulkan untuk diberikan berurutan saat menjelang ramadhan dan ramadhan ini. bisa jadi itu karena sebelumnya kalau dikasih moment satu per satu masih gak terlalu ngefek buat aku hehehe, jadi kali ini Gusti Alloh kasih moment nya berurutan dan beruntun. Apapun itu, mudah-mudahan aku masih selalu bisa berfikir positif mengenai semua itu.

Sebenernya sih udah mulai terasa beberapa bulan sebelum ramadhan, satu per satu moment datang seolah menagih jawaban atas semua yang pernah aku pertanyakan kepada Tuhan dulu, sekarang justru aku balik seolah-olah ditanya sama Tuhan, “trus mau kamu apa sis?” dan satu persatu moment itu aku jawab, entah benar atau salah jawabanku tapi paling tidak aku sudah berusaha menjawab, selebihnya biar Tuhan nanti yang kasih nilainya.

Kalaupun nantinya nilaiku ternyata masih merah juga, mungkin memang harus ikut remidi kali yak hehehe, tapi mudah-mudahan sih enggak merah ah, orang udah dibela-belain juga sampai begini koq masih aja merah mulu sih. amiin. Dan ramadhan ini mudah-mudahan bisa menjadi moment untuk bisa memulai semua dari awal lagi. melepaskan yang harus dilepaskan, merelakan yang harus direlakan, melupakan yang harus dilupakan. dan bismillah.

Entah sudah berapa kali aku berusaha untuk bisa berbenah diri, tapi nyatanya tak juga kunjung berhasil ( nurut aku sih ), tapi mudah-mudahan masih diberi kesempatan untuk bisa mencobanya lagi. belajar lagi dari yang sudah-sudah, untuk bisa melangkah ke depan dengan lebih mantab lagi.

satu tahun ke depan, yup. satu tahun ke depan, mudah-mudahan semuanya sudah jauh lebih baik dan lebih baik lagi. dari semua sisi kehidupan. dan menjadi pantas untuk diberikan dan dipertemukan Tuhan dengan dia yang nantinya bersedia menemani aku menjalani hari-hariku berikutnya. bisa memiliki keluarga yang utuh lagi untuk anak-anakku. tahun depan. bismillah.

Gusti, hamba ndak minta untuk dijauhkan dari semua ujian dan cobaan dari-Mu, tapi hamba mohon kuatkan hamba untuk menjalani semua ketentuan-Mu dan tetap ada di jalan-Mu.

#Sis