Ciri anak yang dominan otak kanannya.

ciri-ciri anak yang lebih dominan otak kanannya versi ayah Edy :
1. Biasanya sulit mengikuti pelajaran sekolah.
2. Biasanya sewaktu kecil termasuk anak yang terlambat berbicara dibanding anak seusianya.
3. Biasanya semasa masih balita lebih kuat tangan kiri atau cenderung lebih kidal.
4. Jika berbicara tidak runtut, tidak sistematis dan cenderung sulit dipahami.
5. Memiliki perasaan yang sangat sensitif atau peka.
6. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam kalimat atau sulit menyusun kalimat dalam mengungkapkan perasaanya.
7. Mudah hafal tanda-tanda, tempat atau rute yang pernah dilihat atau dilaluinya meski cuma sekali.
8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaannya.
9. Kadang-kadang suka bicara sendiri menceritakan fantasinya.
10. Kadang bercerita tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi seolah-olah tempat itu nyata baginya.
11. Konsentrasinya seringkali rendah pada pekerjaan atau kegiatan yg kurang disukainya ato yg diperintah oleh gurunya. Tapi memiliki konsentrasi penuh saat melakukan hal2 yg disukainya.
12. Seringkali membuat cara baru dalam menyelesaikan masalah.
13. Lebih suka permainan rancang bangun seperti lego, susun menyusun, gambar menggambar dan sebagainya.
14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitas sendirian.
15. Sebagian ada yg bisa membedakan jenis benda secara detil, seperti merek mobil, type pesawat, jenis2 hewan dsb.
16. Seringkali sulit belajar mengeja suku kata.
17. Sulit membedakan huruf b kecil dan d kecil
18. seringkali terbalik-balik saat menulis huruf b dgn d,w dgn m dsb.
19. Sulit mengerjakan soal matimatika dan logika serta rumus2 kecuali saat kita memberikan contoh analoginya.
20. Sebagian sulit memahami makna soal cerita matematika kecuali diberikan contoh langsung, praktek dan perumpamaan dengan alat bantu.
21. Sering memandang ke atas dan seperti anak yg sedang melamun.
22. Seringkali tidak suka mencatat dan lebih suka memenuh bukunya dengan gambar di sana sini.
23. Kalo sudah bisa membaca, seringkali saat membaca kata2nya sering melompat2 dan beberapa kata terlewati.
24. Jika sudah mengenal huruf atau angka biasanya akan bisa membaca urutannya sama cepat baik dari depan ke belakang maupun dari belakang ke depan.

Jangan kuatir, anak2 dengan ciri2 tersebut bukanlah anak2 yg bermasalah. Anak2 tersebut lebih dominan otak kanannya dan memiliki keunggulan di bidang imajiasi, design, rancang bangun baik di bidang science maupun seni.

Tragedi MINA

Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Mudah-mudahan para jamaah yang meninggal saat terjadi peristiwa tragedi MINA khusnul khotimah dan diterima di sisi Alloh SWT. amiin.
Tulisan ini tidak penting, hanya opini pribadi saya saat membaca beberapa posting di timeline facebook mengenai tragedi MINA, baik yang muncul dari halaman bersponsor maupun yang di share oleh teman facebook saya. Jadi, jangan terlalu dianggap serius tulisan ini.

Tulisan ini juga tidak ingin menyalahkan salah satu pihak atas terjadinya tragedi MINA, karena penulis pribadi tidak tahu dan belum pernah tahu dengan mata kepala sendiri tempat kejadian tragedi MINA tersebut (tapi mudah-mudahan suatu saat nanti bisa sampai juga di sana. In Sha Alloh). Sekali lagi, tulisan ini tidak bermaksud menyalahkan siapapun. meskipun saat ini paling gampang ya menyalahkan presiden saja, gak usah mikir banyak, malah gak usah pake otak. cuma pakai hati dan rasa benci saja sudah cukup. wekawekaweka.

Sekarang saatnya serius … *cieeee* Tragedi MINA, kalau nurut saya sih memang didukung oleh berbagai faktor. mulai dari kondisi, sarana, prasarana, cuaca, bahkan faktor jemaah itu sendiri. Saat berbagai faktor tersebut saling mendukung satu sama lain, maka terciptalah persepsi umum yang kemudian membuat sebagian jamaah memutuskan untuk melakukan ibadah lempar jumroh pada saat yang hampir bersamaan. Kemudian, itu membuat sarana dan prasarana yang ada menjadi tidak lagi memadai untuk bisa menampung dan mengakomodir jumlah jamaah yang melebihi kapasitas sarana dan prasarana. Setelah itu, maka spontan yang terjadi adalah “have no choice” atau tidak ada pilihan lagi selain melanjutkan ibadah meski dengan resiko yang tinggi.

Kalau faktor sarana prasarana masih bisa di kalkulasi lah ya, dengan luas sekian, daya tampung sekian, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ibadah rata-rata sekian menit per jamaah dan kemudian jumlah jamaah yang tahun tersebut melaksanakan ibadah haji, maka masih bisa dikalkulasi dan diatur bagaimana supaya sarana prasarana yang ada bisa tetap mengakomodir keperluan jamaah dan masih tetap aman. Entah dengan cara pembagian jadwal untuk kelompok jamaah, atau menerapkan buka tutup jalur seperti saat polisi mencoba mengurai kemacetan, dan lain-lain. Tentu saja dengan melihat trend jumlah jamaah haji yang dari tahun ke tahun selalu meningkat maka pertimbangan untuk memperluas, menambah dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana akan menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. Dan itu butuh proses tentu saja, gak bisa langsung semalem jadi.

Kalau faktor Alam, ini adalah faktor yang sebagian besar langsung berhubungan dengan kebijakan Alloh SWT. Kapan Alloh SWT menghendaki, ya kun faya kun. Tak akan ada yang bisa menghalangi. Termasuk faktor cuaca yang panas, mungkin ada hubungannya dengan pemanasan global tapi kalau dibahas bisa berbulan-bulan gak selesai-selesai nanti, dan lagi nanti ujung-ujung nya ya ke kita-kita lagi koq kenanya. Dengan habbit yang tidak terlalu memperdulikan lingkungan sekitar kita dan lain sebagainya. Khusus di Indonesia, bisa langsung menyalahkan presidennya. Mumpung sekarang lagi kekinian. haha.
Kalau faktor Manusia, …. beeeeuuuhh ini faktor yang paling complicated. Udah tau gimana rempongnya emak-emak ? itu salah satu contoh bahwa manusia itu makhluk paling compliacted. Dengan latar belakang pendidikan, budaya, keluarga, lingkungan dan lain sebagainya maka masing-masing kita menjadi individu yang unik. Memiliki pandangan dan persepsi masing-masing dalam berbagai hal.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa seperti tragedi MINA beberapa waktu yang lalu adalah dengan mengurangi jumlah jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. DUAAAARRR langsung deh pecah …” tapi kan berhaji itu hak semua orang ( yang mampu secara fisik, mental dan finansialnya ), jadi apa hak pemerintah membatas-batasi, ini namanya pelanggaran HAM”, “kalau kloternya dibatasin trus kita harus ngantri berapa tahun lagi?”. Atau dengan cara pemfilteran calon jemaah haji dengan memprioritaskan jemaah haji yang belum pernah berhaji lebih dahulu. DUAAARRRR pecah lagi. “Gue berangkat haji pake duit-duit gue, Gue mau berhaji berapa kali ya terserah Gue, Orang Gue gak minta dibayarin sama pemerintah, ngapain pake ngelarang-ngelarang orang mau pergi haji? dasar pemerintah Kafir”. tuh kan, masing-masing kita akan memiliki persepsi dan pemikiran yang berbeda. dan itu wajar, jadi ya selow saja. monggo saja punya pemikiran yang berbeda, tapi selama tidak merugikan orang lain ya silahkan. Contohnya : ya kalau memang sudah pernah berhaji dan mau berhaji lagi tapi tidak jadi prioritas oleh pemerintah masih bisa berangkat haji sendiri dengan ONH Plus Plus misalnya. dan saat nanti di sana terjadi sesuatu, maka yang pertama kali dilakukan adalah nyalahin pemerintah karena tidak care sama warganya yang sedang berhaji ONH Plus Plus. phiewww … tepok jidat.

Jadi, harusnya gimana dong ? kalau nurut idealnya. ( ideal itu kondisi dimana jemaah itu semua punya pemikiran yang sama, mau saling mengerti, menghormati, tertib, ngantri ) maka pembagian pelaksanaan ibadah haji di lokasi-lokasi yang sekiranya memiliki kapasitas atau daya tampung terbatas bisa menjadi pilihan. misalnya, kalau terowongan MINA daya tampungnya seribu orang, maka sebelum masuk terowongan dibatasi dulu, kalau sudah sekitar seribu jemaah yang sudah masuk, pintu masuk ditutup dulu. setelah sekiranya cukup waktu untuk melakukan ibadah di MINA maka jamaah segera diminta untuk melanjutkan perjalanan dan mengosongkan lokasi supaya bisa digunakan untuk jemaah berikutnya. Tapi sekali lagi, ini yang diurusin jutaan orang, bahkan mungkin puluhan atau ratusan juta orang. gimana coba ? repot juga kan ?

Atau, dengan membatasi kedatangan jemaah haji dari masing-masing negara ya dengan cara itu tadi, memprioritaskan calon jemaah yang belum pernah berhaji sebelumnya di masing-masing negara. dengan resiko ya itu tadi, pemerintahnya bakal dimaki-maki sama jemaah yang merasa dilanggar haknya untuk berhaji kembali.

Mudah-mudahan bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Alloh SWT mewajibkan kita berhaji hanya 1 kali seumur hidup juga pasti ada maksudnya, mungkin salah satunya adalah supaya yang pergi ke tanah suci bisa gantian dan bukan orang yang sama setiap tahunnya. Dan mudah-mudahan juga bisa jadi bahan evaluasi untuk semua pihak terkait. Sehingga pelaksanaan haji tahun-tahun berikutnya berlangsung lancar dan aman. In Sha Alloh.

sudah, itu saja.

Customized Application atau Standard Application

Untuk perusahaan yang sedang berkembang atau bahkan perusahaan besar, kebutuhan akan sistem sudah pasti menjadi satu hal yang tidak bisa ditolerir lagi. Tanpa sistem maka bisa dibayangkan betapa tidak efisiennya pekerjaan yang harus dikerjakan oleh karyawannya secara manual. Kebutuhan sistem ini yang membuat manajemen perusahaan harus memutuskan untuk menggunakan Customized Application (aplikasi terkustomisasi) atau Standard Application (aplikasi jadi).

Tentu saja akan ada banyak sekali faktor yang dijadikan pertimbangan untuk menentukan pilihan, antara lain :
1. Jenis / bidang bisnis yang dijalani
2. Proses bisnis yang unik
3. Resource IT yang dimiliki
4. Anggaran,
5. dsb

Tapi secara garis besar kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan dari Customized Application dan Standard Application. Dan berikut adalah ulasan singkatnya.

Standard Application

Keuntungan:
– Langsung bisa dipakai dan tidak usah menunggu proses development yang bisa jadi panjang
– Sudah teruji biasanya ( untuk vendor aplikasi besar pasti punya tim QC untuk produk-produknya )
– Ada support dari vendor ( jika membeli aplikasi yang berlisensi )

Kelemahan :
– Seringkali tidak sesuai dengan proses bisnis yang ada di perusahaan
– Tidak bisa menambah atau mengubah role bisnis yang sudah ada ( kecuali vendor aplikasi menyediakan support itu )
– Relatif mahal harganya, baik beli putus maupun beli lisensi per periode tertentu.

sedangkan untuk Customized Application,

Keuntungan :
– Proses bisnis sudah pasti bisa menyesuaikan dengan aturan perusahaan, bahkan untuk aturan-aturan yang khusus atau unik.
– Dapat menambah atau mengubah role proses bisnis jika ternyata harus ada perubahan
– Lebih bisa yakin terhadap apa yang dilakukan oleh aplikasi karena di develop sendiri.

Kelemahan :
– Butuh tim untuk mengembangkan aplikasi
– Butuh waktu untuk mengembangkan aplikasi

dari beberapa uraian singkat di atas mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memilih antara Customized Application atau Standard Application.

semoga bermanfaat !

salam,
shes12

Prabowo, interrupted

what a nice article to read ….

McMahel

“Helen Sparingga Mental Institution for Hasbeens and Wannabes? Yes, I have a potential patient for you.”

For you guys who are not familiar with this joke, please check out this inactive website dedicated for Indonesian celebrities with outrageous fashion sense. It’s a running gag, actually, as you can see in this post or this one.

WARNING: AGNES MONICA’S DIE-HARD FANS PLEASE STAY OUT OF THAT WEBSITE. YOU’VE BEEN WARNED.

Most of the patients at the Helen Sparingga asylum are celebrities who have gone mad after their effort certified as epic fail and thus in desperate need for reality check.

Gosh, I really hope the place does exist.

Why? Glad you asked. Because I think our beloved Prabowo Subianto has really gone mad. Literally.

hell yeah

After quick counts such as CSIS-Cyrus’ network’s showed that Joko “Jokowi” Widodo won the election, Prabowo took it on his verified account to post what I called ‘disturbing…

View original post 912 more words

SAYA TIDAK KENAL JOKOWI ATAUPUN PRABOWO ( secara pribadi )

Sebelumnya saya minta maaf kepada teman-teman seandainya note saya ini mengganggu dan dianggap mengotori timeline teman-teman semua. Saya hanya ingin berbagi apa yang ingin saya sampaikan saja. Seandainya ada yang tidak berkenan, saya tidak keberatan jika harus di unfriend/unfollow tapi sekali lagi sebelumnya saya mohon maaf jika note ini mengganggu dan mengotori timeline teman-teman.

SAYA TIDAK KENAL JOKOWI secara pribadi.
Meski saya berasal dari Sukoharjo, sebelah-sebelahan dengan SOLO. bahkan hanya berjarak 10 menit saja dari rumah ke kantor balai kota Surakarta. tapi secara pribadi saya tidak mengenal bapak Jokowi. itu kenyataannya. Ini saya sampaikan dari awal supaya teman-teman yang membaca note ini jadi mengerti saat membaca note ini lebih lanjut.

SAYA TIDAK KENAL PRABOWO secara pribadi.
Sama seperti Jokowi, saya juga tidak kenal prabowo. bertemu secara langsung juga tidak pernah, mungkin karena memang jauh secara jarak dan tidak ada hubungan dengan kehidupan sehari-hari saya juga.

OPINI SAYA
Saat saya membaca berita di media sosial, internet, media televisi, media cetak bagaimana pemilihan presiden kali ini begitu seru nya. Karena hanya memiliki 2 calon presiden maka secara praktis masyarakat terbelah menjadi 3 bagian : Pendukung No. 1, Pendukung No. 2 dan Yang ga mendukung keduanya. Sebagai akibat dari hal tersebut maka kampanye yang dilakukan oleh kedua kubu pendukung menjadi begitu intensif dan seringkali bertabrakan terutama di media sosial.

Yang ingin saya garis bawahi : Apapun yang hujatan, ejekan, fitnah atau kampanye hitam yang ditujukan kepada Prabowo. SAYA TIDAK PEDULI. begitupun dengan apapun juga hujatan, ejekan, fitnah atau kampanye hitam yang ditujukan kepada Jokowi. kenapa? karena saya tidak kenal sama mereka secara pribadi. SIMPLE.

Kalaupun saya beberapa kali menanggapi beberapa berita di media sosial tentang beberapa hal itu juga hanya karena saya merasa tertarik untuk mengkomentari meski sama sekali tak punya tujuan untuk membela siapa atau menjatuhkan siapa. penting buat saya? ENGGAK !! semua itu hanya karena menurut saya itu tidak sesuai saja, dan saya berusaha ingin saling mengingatkan, sapa tau juga saya dapat tambahan pengetahuan juga.

Menurut saya pribadi, siapapun yang nanti akan menjadi presiden toh kita juga harus tetap terus berjuang dan bekerja untuk keluarga tercinta. Dan siapun nantinya yang akan jadi presiden, tidak akan bisa menyelesaikan seluruh masalah Bangsa Indonesia dalam waktu singkat. mereka berdua hanya manusia biasa, bertangan dua, berjari 10. Mereka bukan Dewa. terima itu dengan lapang dada.

Meskipun demikian bukan berarti saya tidak berharap bahwa siapapun yang nantinya akan menjadi presiden, Bangsa Indonesia mudah-mudahan bisa menjadi jauh lebih baik, lebih sejahtera, lebih maju. sebagaimana juga harapan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.

Jika ditanya secara pribadi saya mendukung mana, mungkin jawabannya akan sederhana juga. Saya programmer, pekerjaan saya merancang dan membuat sistem. Mengolah data, menganalisa data, mengaudit data dan seterusnya. Jadi tentu saja pilihannya jelas. Saya akan lebih memilih yang ingin memperbaiki sistem. Karena menurut saya, sistem bisa jadi menjadi solusi untuk dapat mempermudah manajemen kontrol, manajemen pengawasan dan seterusnya.

Itu opini pribadi, dan alasannya juga sederhana. Saya menghargai betul jika orang lain juga memiliki alasan mereka sendiri untuk menentukan pilihan. Itu hak masing-masing dari kita. Jadi saya juga tidak ingin memperdebatkannya di sini, karena itu hanya akan menjadi debat kusir yang tak ada habisnya. Pun juga jika ada yang menghujat, memfitnah, mengejek para capres silahkan saja, saya tetap akan tersenyum dan tertawa karena itu tidak akan pernah ngefek kepada saya. Kalaupun sampai saya menanggapi, pasti itu adalah hal yang secara umum tidak masuk akal. Dan ketika saya berdebat, saya yakin bahwa saya akan menang. hehehe

Saya hanya ingin mengingatkan sebagai sesama saudara sebangsa dan setanah air Indonesia, bahwa ini hanya pilpres, bukan perang. Woles saja, ga usah segitunya. Saya yakin juga tak banyak dari kita yang kenal secara pribadi dengan beliau-beliau ini kan ? Gunakan tenaga dan energi untuk hal yang lebih berguna. Bekerja untuk keluarga, Belajar untuk masa Depan, Mencintai orang-orang di sekitar kita dan lain sebagainya.

Jikapun ingin mendukung idola dan jagoan anda. Dukunglah dengan cara yang lebih cerdas, jangan mempermalukan diri sendiri dengan opini dan hujatan-hujatan yang tidak manusiawi. Itu hanya akan merendahkan diri anda sendiri, bukan orang lain. Jika anda percaya bahwa apa yang anda celotehkan itu sampai dan ngefek terhadap KEDUA CALON PRESIDEN. Saya bisa pastikan bahwa Anda Salah dan pasti akan kecewa.

Jika anda juga mengira itu akan membuat anda disegani atau dielu-elukan oleh orang lain karena hujatan-hujatan tersebut, coba pikir sekali lagi. Dengan akal sehat dan kepala dingin. Tak ada hujatan yang keluar dari mulut seseorang kecuali orang itu hanyalah seorang PENGECUT !.

Jadi, SAYA TIDAK KENAL JOKOWI ATAUPUN PRABOWO secara pribadi. Mau siapapun yang jadi presiden nanti. SAYA TIDAK TERLALU PEDULI.

salam,
siswanto

Tinggal bilang saja, apa susahnya ?

Kelihatannya mudah ya, tinggal bilang saja .. apa susahnya ? tapi jika Kita ada di posisi sebagai figur publik atau tokoh masyarakat atau pemimpin. Maka mungkin semuanya tak lagi sederhana seperti yang kita pikirkan. Perlu banyak pertimbangan, perlu banyak pemikiran, perlu banyak analisa sebelum mengatakan dan menyampaikan sesuatu kepada publik.

Beberapa hari kemaren sempat baca di media sosial tentang kampanye hitam yang ditujukan kepada kedua capres dan cawapres yang akan berlaga di 9 Juli 2014 nanti. Lalu apa yang harus dikatakan oleh kedua capres dan cawapres terkait dengan kampanye hitam dan fitnah-fitnah yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab itu ?

Jawaban sederhananya adlaah : Ya tinggal bilang saja, apa susahnya ? sampaikan kenyataan yang sebenarnya, dukung dengan menunjukkan bukti-bukti yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum, buka saja jika memang harus dibuka tentang masalah yang diungkit tersebut. Jika memang tidak bersalah, rakyat pasti akan membela dan ada di belakang mereka.

Tapi masalah berikutnya adalah rakyat itu sendiri yang terlalu mudah termakan oleh isu-isu yang belum tentu benar. Hanya dengan sedikit permainan kata-kata dan fakta, pandangan rakyat terhadap pemimpinnya bisa langsung berubah total. Ini yang menyebabkan kampanye hitam seperti percikan api yang berada di antara bensin yang tertumpah. Dengan mudahnya bisa membakar bensin itu dalam waktu yang sangat singkat.

Apalagi yang saling bertikai dan berseteru adalah sebenarnya saudara-sadaura sebangsa dan setanah air. Yang mengakui Indonesia sebagai bangsa dan Tanah airnya. ironis ya ? Pemilu yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan rakyat menyambut pemimpin baru dengan harapan baru, diawali dengan perseteruan mereka dengan saudara-saudara mereka sendiri.

Di sisi lain, jika pemimpin hanya disibukkan dengan urusan mengklarifikasi kampanye hitam, maka pemimpin tersebut tidak akan punya waktu untuk bisa bekerja untuk rakyat, menyampaikan apa yang mejadi gagasan dan apa yang akan dia lakukan untuk kebaikan dan kemakmuran rakyat. ahh entahlah …

Lalu seperti apa jalan keluarnya ? sebenernya akan selalu ada yang bisa dilakukan untuk mengklarifikasi semua kampanye hitam tersebut. Kemajuan teknologi, jejaring sosial, internet, youtube dan lain sebagainya dapat digunakan untuk menyebarluaskan berita dan klarifikasi terhadap isu kampanye hitam. Ini pisau bermata dua, karena segala kemajuan teknologi seperti di atas juga merupakan sarana efektif untuk melancarkan kampanye hitam.

Jika yang disampaikan adalah benar, dengan bukti-bukti yang bisa dipertanggung jawabkan. Sehebat apapun penyanggahan yang dilakukan, akan tertepis dengan sendirinya. karena rakyat juga lama-lama bisa membedakan, mana yang benar dan mana yang salah.

#me

a conclusion

Seringkali saat kita diberikan ujian atau cobaan oleh Tuhan, itu merupakan cara Tuhan untuk mengajarkan kepada kita tentang berbagai hal dalam kehidupan. seringkali juga itu adalah cara Tuhan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam doa kita setiap harinya. Tuhan bekerja dengan cara-Nya sendiri yang seringkali di luar dugaan kita.

Setelah semuanya sudah berlalu, atau bahkan masih berlangsung. seringkali Tuhan sudah menunjukkan tanda-tanda-Nya kepada kita, bahwa ini bukan yang terbaik untuk kita, atau mungkin memang harus seperti ini hasilnya. Dan pada akhirnya kita bisa menyimpulkan bahwa Jalan Tuhan mungkin berliku, tapi tak akan pernah keliru. Bahkan saat hati berkata dan menyakini bahwa ini adalah pilihan yang terbaik, tapi jika menurut Tuhan itu bukanlah yang terbaik, maka dengan cara-Nya sendiri Tuhan menunjukkan kepada kita.

Beruntung mereka yang bisa belajar dan membaca tanda-tanda yang coba disampaikan oleh Tuhan, semakin ke sini justru semakin bisa lebih menghargai dan mendewasakan diri dengan semua cobaan dan ujian yang pernah dilalui. Tapi, tak semua bisa seperti itu nyatanya. Ada pula yang butuh beberapa kali atau bahkan harus dijatuhkan terlebih dahulu, baru bisa mengerti bahwa semua ini pelajaran. Pelajaran hidup.

Setiap hari, saat orang-orang datang dan pergi dalam hidup kita, pelajaran baru dimulai. entah kali ini topik dan bahasan apa yang ingin diajarkan oleh Tuhan kepada kita. Tapi yang pasti, saat semua tak berjalan seperti yang diharapkan, be positive thinking aja, bahwa ini adalah cara Tuhan untuk menjawab dan mengatakan kepada kita bahwa memang semua ini bukan yang terbaik untuk kita, karena Tuhan masih menyimpan yang terbaik untuk kita di tangan-Nya, yang pada saat nya nanti akan diberikan kepada kita saat kita siap, saat sudah waktunya.

conclusion : semua akan indah pada waktunya, jadi let it flow !

#me

Jalan Tuhan mungkin berliku, tapi tak akan pernah keliru !
– ochis –

Bercerai dengan Dewasa

Bercerai itu tidak baik, sama sekali tidak baik. Satu-satunya yang diperbolehkan tapi sangat dibenci oleh Tuhan. Mungkin salah satunya adalah karena dampak dan akibat yang ditimbulkan dari perceraian itu akan sangat buruk bagi yang bersangkutan maupun orang-orang di sekitarnya. terutama jika sudah memiliki buah hati atau anak. Anak-anak lah yang akan lebih banyak menerima imbas dari perceraian itu. Tapi, kita itu makhluk yang diciptakan Tuhan paling sempurna kan? diberikan akal untuk berfikir dan diberikan hati untuk menimbang dan memilih. Jadi bukan tidak mungkin sekalipun itu bukan hal yang mudah, bercerai bisa tetap dilakukan dengan cara yang baik dan dewasa.

Karena sudah tidak ada lagi chemistry atau kecocokan di antara, maka saat komunikasi sudah tidak lagi bisa membantu, saling berpegang teguh dengan ego masing-masing, menganggap bahwa apa yang dilakukan adalah yang paling benar, maka tidak ada lagi cara untuk menyelesaikan selain berpisah. Karena jika diteruskan pun, bukan tidak mungkin justru akan semakin bertambah parah dan menyakitkan.

Anak-anak bagaimana ? mereka akan tetap menjadi anak-anak kita, karena tidak ada yang namanya mantan anak, atau mantan orang tua. yang ada itu adalah mantan istri atau mantan suami. Andai saja kita mau mengedepankan kepentingan anak, maka perpisahan seharusnya tidak akan mengurangi rasa dan keinginan kita untuk tetap membuat anak bahagia. Tidak semua anak-anak yang kedua orang tuanya bercerai menjadi anak yang bengal dan berantakan sebagaimana juga tidak semua anak-anak yang kedua orang tuanya tidak bercerai akan menjadi anak yang baik dan sholeh.

Tidak ada yang pasti di dunia ini, tapi anak-anak kita lahir sudah membawa rejeki, jodoh dan maut nya sendiri dari Tuhannya. Kita berkewajiban untuk mempersiapkan mereka agar dapat menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Bukan menjadi beban untuk mereka.

Sakit hati, fine ! itu wajar dan sangat manusiawi tapi saat itu dilampiaskan kepada anak-anak maka sangat kerdil dan kecil sekali jiwa kita. Mereka tahu apa, mereka hanya perlu tahu bahwa kedua orang tuanya sayang kepada mereka, apapun yang terjadi, meskipun mereka tidak lagi bersama. that’s it !

Jadi, jadikan semua ini pelajaran dan bekal mengarungi hidup yang ada di depan sana. Jadikan ini penguat diri kita bahwa tak semua hal pasti akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Mudah-mudahan bisa menjadikan kita lebih dewasa, menjadikan kita manusia yang lebih baik.

Sekali lagi, bercerai bukanlah satu hal yang baik, sama sekali tidak. Tapi, saat tidak ada lagi jalan keluar yang bisa dilalui bersama, maka bisa jadi bercerai adalah solusi satu-satunya asal dilakukan dan dijalani dengan DEWASA.

kadang kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, tapi karena kita tahu bahwa dia akan lebih bahagia jika kita melepaskannya