Apa itu cinta ?

apa itu cinta ?
ya … apa itu cinta …
pertanyaan itu pasti pernah terlintas di benak kita, siapapun kita. Tuham memberikan anugerahnya berupa harta, tahta dan umur pada setiap hambanya dengan berbeda-beda cara, tapi Tuhan memberikan kita hati yang sama dan setiap kita, hanya diberikan satu hati saja, tidak dua seperti Tuhan memberikan kita mata dan telinga, atau kaki dan tangan. apapun itu, pasti ada maksut dan tujuannya.

Saya sendiri sering bertanya-tanya, apa itu cinta ? dengan apa yang pernah saya lalui sampai dengan hari ini, banyak pelajaran, banyak yang bisa diambil hikmahnya. Dan tentu saja, saya juga belajar tentang cinta. Saya mungkin pernah bercerita bahwa saya dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana secara materi, tapi penuh dengan cinta. Saya bisa merasakan kedua orang tua saya mencintai anak-anaknya dengan cara mereka, dan cara mereka itu sederhana, tidak mewah juga tidak bertabur bunga, tapi saya bisa merasakan bahwa andai saja mereka diminta untuk menyerahkan nyawa mereka untuk anak-anaknya, mereka pasti akan memberikannya dengan senang hati. apa itu cinta? tentu saja itu cinta !

Saat saya masih di bangku SMP, saya untuk pertama kalinya merasakan jatuh cinta, dengan teman sebaya saya. Mungkin kita sering menyebutnya cinta monyet, tapi yang saya tau … itu cukup untuk membuat saya selalu bersemangat untuk pergi ke sekolah dan mengukir prestasi di sekolah, dan itu tercapai. Saya selalu juara kelas, atau runner up di kelas selama di SMP dan itu sangat membanggakan, tapi cinta saya tidak pernah diterima hehehe … itulah hidup.

Saat saya menginjak ke SMK, saya beberapa kali merasakan jatuh cinta, berpacaran dengan beberapa temen sekolah maupun teman di rumah, tapi sekali lagi perjalanan cinta saya tidak pernah baik akhirnya hehehe, tapi itu cukup untuk bisa membuat saya bersemangat untuk bersekolah dan belajar. itu saja.

Saat awal saya lulus SMP dan masuk ke SMK, tidak pernah terlintas sedikitpun untuk meneruskan kuliah, disamping karena orang tua saya yang masih harus membiayai adik-adik saya, saya juga tidak terlalu tertarik untuk kuliah saat itu, oleh karena itu saya memutuskan untuk langsung bekerja selepas saya lulus sekolah.

Pada awal saya bekerja, itu merupakan masa-masa yang sangat berarti buat saya, banyak pelajaran yang benar-benar mengubah hidup saya. pelajaran tentang hidup, pelajaran tentang indahnya memiliki sebuah keluarga,berbuat sesuatu untuk keluarga. Setiap saya menerima gaji saya setiap bulan, hampir semuanya saya berikan untuk kedua orang tua saya di rumah, untuk membiayai sekolah adik-adik saya, dan saya sangat senang melakukannya. apa itu wujud dari cinta saya kepada adik-adik saya? tentu saja itu cinta !

Saat merantau saya pernah berpacaran beberapa kali, hampir melakukan hal-hal yang tidak seharusnya tapi entah kenapa, mungkin Tuhan masih sayang kepada saya, jadi saya masih dijagaNya.
Saat merantau itu juga saya menemukan seseorang, ya seseorang yang benar-benar mengubah hidup dan cara pandang saya tentang hidup, mungkin saya bisa terlihat tegar di hadapan siapapun, tapi saya selalu merasa lemah saat bersamanya, dia yang telah mengajarkan sama tentang banyak hal, tentang teman, sahabat, saudara dan cinta.

Untuk pertama kalinya saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, meski hujan deras juga tetap saya nekad datang ke kost nya hanya untuk sekedar bisa ngobrol dengan dia beberapa menit, kita pernah menghabiskan waktu hari minggu dari pagi sampai sore hanya dengan ngobrol dan bercerita kesana kemari, saat itulah saya benar-benar menemukan yang saya cari, iya dia. saya berharap dia bisa menjadi pendamping saya suatu saat nanti. Ketika kita berpisah, aku sama sekali tidak memiliki keberanian untuk tetap kontak, cuma sesekali telp atau kirim email. Entah apa yang dia rasakan saat itu tapi yang jelas, saat aku memutuskan untuk resign dan kembali pulang, aku masih berharap bisa menjadi seseorang untuk dia.
apakah itu cinta? tentu saja, untukku … itu cinta.

Sampai saat saya berada di rumah dan mengalami banyak hal, hingga akhirnya saya memutuskan untuk menikah, mungkin saja karena kesalahanku dimulai dari sini, bukan salah memilih pasangan tapi salah melangkah dari awal sebelum aku menikah. Aku menikah tanpa cinta, tapi seiring berjalannya waktu, aku bisa jatuh cinta juga. namun mungkin kita memang berbeda, aku pernah mengalami masa-masa indah rumah tangga beberapa tahun pertama, sampai saat dimana masalah dan salah paham mulai muncul dan menjadi duri dalam rumah tangga saya. sampai saat terakhir saya memiliki seorang istri, saya berusaha memperlakukan dia sebaik mungkin, karena bagaimanapun dia mamah dari anak-anakku, apa itu cinta? ya tentu saja ! itu adalah cinta, dulu.

Tapi cinta saya kepada istri dan anak saya telah merubah saya menjadi orang lain, menjadi orang asing di dalam keluarga saya sendiri. Orang tua dan adik-adik saya merasa kehilangan saya yang dulu, saya yang sederhana dan apa adanya. Jika ada masa dimana saya boleh meminta untuk mengulang waktu, maka akan saya minta pada saat itu saya tidak meninggalkan keluarga dan adik-adik saya untuk keluarga baru saya, saya akan berusaha untuk mendapatkan keduanya. ya, penyesalan selalu datang di akhir cerita kan? dan saya belajar.

Dan sekarang saya putuskan untuk kembali kepada keluarga saya, kembali kepada adik-adik saya. Dan saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa sisa hidup saya akan saya baktikan untuk mereka, andai saya nanti saya diberikan pendamping hidup lagi, maka akan saya lakukan dengan ijin mereka.

saya tidak mencari yang sempurna, saya hanya mencari yang bisa menerima saya, anak-anak saya dan keluarga saya dengan baik dan apa adanya. itu saja, cukup untuk saya. materi bisa saya cari entah bagaimana caranya, tapi cinta dan kasih sayang, saya harus pastikan itu ada sebagai bekal untuk membawa keluarga baru itu bersama-sama.

Mungkin banyak orang mengatakan, kita tidak akan bisa hidup hanya dengan cinta saja. entah bagaimana saya tidak sepenuhnya setujua dengan itu tapi saya menghargai dan mengerti bahwa kita hidup memang tidak hanya cukup dengan bermodalkan cinta, tapi cona kita renungkan sekali lagi, tanpa cinta apa tujuan hidup Anda? dengan cinta saya yakin bahwa saya bisa melalui semua cobaan hidup bersama-sama, dan tetap bisa bahagia.
sekali lagi, apa itu cinta ?

cinta adalah saat anda bisa tersenyum tanpa beban saat bersamanya, saat anda rela memberikan apapun yang anda punya untuk membahagiakannya. itu cinta menurut saya.

Saya pernah merasakan itu beberapa waktu yang lalu dengan seseorang, tapi situasi dan kondisi yang tidak mudah yang membuat segalanya harus berubah sampai hari ini.

Sekarang, saya mencoba kembali untuk bisa memberikan cinta, cinta saya kepada keluarga dan anak-anak saya. karena itu yang membuat saya tetap hidup sampai dengan saat ini, keluarga dan anak-anak saya.
apakah itu cinta? TENTU SAJA !

Saya sadar benar bahwa saya jauh dari sempurna, dan saya berusaha untuk berdamai dengan itu, menerima semua yang terjadi pada diri dan keluarga saya dengan lapang dada dan belajar dari semua itu untuk bisa menjadi orang yang lebih baik di masa mendatang, untuk keluarg, anak-anak saya dan tentu saja untuk saya sendiri.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s