Saya masih sayang Anda

Saat kita mengambil keputusan terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan apa hati kita sebenarnya, saat keputusan tersebut sudah terlanjur dibuat, baru terasa bahwa ada sesuatu yang salah yang terasa, entah itu karena belum terbiasa atau karena memang ada sesal dalam keputusan itu. Sehingga yang terjadi adalah kita menjadi tidak konsisten.
Pernah memutuskan sesuatu hal dalam dilema? artinya kita harus memilih satu diantara dua pilihan yang sebenarnya dua-duanya merupakan hal yang tidak dapat dipilih atau sama-sama akan membuat kita sakit? iya, pasti semua orang pernah mengalaminya, dan tidak sedikit pula yang merasa menyesal setelah membuat keputusan tersebut> ini bukan pembenaran atau alibi untuk membenarkan bahwa menyesal atas keputusan dan menjadi tidak konsisten itu benar atau wajar, tapi hanya ingin menunjukkan bahwa masing-masing orang memiliki kemampuan dan cara berbeda dalam memutuskan dan mensikapi keputusan.
Pernah merasakan memutuskan untuk meninggalkan seseorang ternyata setelah itu merasa menyesal? iya, jika itu dilihat dari kacamata orang lain mungkin kita akan dianggap tidak konsisten, tapi jika memang hati kecil kita sama sekali tidak bisa mengelak bahwa dia adalah satu-satunya orang yang sampai saat ini bisa membuat kita bahagia, bagaimana? saya menyebutnya mengikuti kata hati. Kadang ini bukan tentang salah dan benar, tapi ini tentang hati. Andai saja saya pernah merasa menyesal memutuskan sesuatu, itu karena memang hati kecil saya tidak dapat mengelak bahwa Anda adalah satu-satunya yang bisa memberikan rasa nyaman di hati saya, tapi memang kondisi dan situasinya tidak mudah untuk kita, jadi saya berusaha mengerti itu. saya hanya ingin mengatakan bahwa ‘it’s you, yup. You’.
Kutepikan semua ego dan malu saya untuk berharap bahwa kita bisa sama-sama lagi suatu saat nanti, tapi dengan cara yang benar mudah-mudahan. Saat bersama dengan Anda saya merasa lengkap, saya merasa terisi, tidak kosong, saat bersama anda saya merasa hari-hari saya penuh warna, saya yakin Anda juga bisa merasakan hal yang sama. Mudah-mudahan saya Anda juga bisa merasakan bahwa rasa yang ada diantara kita itu mengalir begitu tulusnya, yang seketika menghadirkan senyum di wajah kita. Anda merasakan itu juga kan?
Iya, itu salah saya, saya tidak konsisten dengan keputusan saya, saya masih sayang sama Anda.

Maaf, jika saya masih sayang Anda.