Mencintai dengan hati …

Siapa di antara kita yang tidak pernah merasakan cinta? atau mencintai? pasti setiap kita pernah merasakan mencintai, entah itu kepada seseorang, kepada barang atau apapun. Itulah salah satu yang membedakan kita dari makhluk ciptaan Tuhan yang lain, karena kita diberikan sekeping hati untuk bisa merasakan, memiliki emosi, dan lain sebagainya.
Saya selalu teringat dengan adik laki-laki saya jika saya mendengar kata hati atau memikirkan tentang hati, karena dia selalu berkata kepada saya bahwa ‘aku menilai segala sesuatu dengan hati’, iya … dia sudah belajar menggunakan hatinya sejak lama untuk menilai segala sesuatu sedangkan saya mungkin lebih banyak mengandalkan akan dan logika saya untuk melihat segala sesuatu, entah karena kebiasaan saya sebagai programmer atau hal yang lain.
Kejadian demi kejadian, pengalaman hidup demi pengalaman hidup mengajarkan pada saya bagaimana rasanya sakit hati dan bahagia tentunya. Dan saya belajar, meski lambat atau super lambat tapi saya belajar, belajar menggunakan hati saya. Saya mulai bisa merasakan begitu bahagia saat saya bisa melihat adik-adik saya tersenyum setiap kali saya pulang dari merantau, bercerita tentang hari-hari mereka selama saya tidak ada di rumah, bahagia sekali. Saya mulai merasa bahagia saat saya bisa menemukan seseorang untuk menjadi teman bercerita dan berbagi, meski harus kehujanan, dengan senang hati saya jalani hanya untuk bisa bercerita dengannya beberapa menit.
Saya merasakan sangat bahagia saat melihat kedua orang tua saya bahagia, bagaimana mereka tetap tersenyum mendengar saya menceritakan tentang mimpi-mimpi saya yang ‘gila’ kepada mereka.
Semua kebahagiaan itu saya rasakan ketika saya masih bisa menggunakan hati saya dengan benar.
tapi semua sempat berubah, saat saya tidak lagi mengedepankan kata hati saya dalam kehidupan saya sehari-hari, saya mulai merasa hampa dan kehilangan satu per satu mereka yang saya cintai, saya merasa makin jauh dan terpisah dengan mereka. dan itu pelajaran berharga untuk saya, dan saat saya mencoba untuk kembali dalam keadaan yang sudah terkoyak tak berdaya, hati-hati mereka yang saya cintai masih tetap utuh tak berkurang menerima saya kembali, itu adalah bukti cinta sesungguhnya yang pernah saya lihat dan rasakan.
Kemudian saya mulai berusaha menggunakan hati saya kembali, mulai melihat segala sesuatu dengan hati, tidak mudah ternyata, mungkin karena hati saya belum terbiasa ditempa dengan masalah yang akhirnya menjadikannya sering merasa sakit dan tidak terkendali. tapi saya tetap belajar.

saya belajar melihat dengan hati
saya belahar mendengar dengan hati
saya belajar mempertimbangkan dengan hati
saya belajar mencintai lagi dengan hati

dan saya menikmatinya, seperti saat ini ketika saya mulai bisa merasakan bahwa saya memiliki banyak cinta yang bisa diberikan kepada mereka yang juga mencintai saya tanpa harus takut kehabisan stok cinta.

saya tidak pernah menyesali sudah pernah mencintai Anda dengan hati karena saya menikmati setiap saat rasa cinta itu menghiasi hari-hari saya.

saya bangga bisa mencintai dengan hati …

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s