Teori Menggenggam Pasir

teori menggenggam pasir : ‘jangan genggam pasir terlalu erat di tangganmu, jika kamu menggenggam pasir itu terlalu erat, maka justru pasir-pasir itu akan lepas dari sela-sela jarimu hingga akhirnya tidak akan tersisa pasir lagi di tanganmu’

meski saya tahu betul teori menggenggam pasir itu, tapi pada kenyataannya saya sering kali kesulitan dalam mempraktekkannya, entah kenapa, apakah karena saya tidak bisa berbagi, terlalu possesif, terlalu paraoid atau terlalu egois, entahlah. teori itu mungkin sepintas terlihat sederhana dan gampang, tapi tidak seperti itu jika kita mengalaminya di kehidupan nyata, setidaknya untuk saya.

saat kita punya seseorang yang sangat kita sayangi atau sangat kita cintai, pada kenyataannya tidak mudah, sama sekali tidak mudah saat harus menahan diri, menahan cemburu, menahan ego saat kita merasa takut kehilangan orang tersebut. mungkin niat kita pertama kali adalah jangan sampai kita kehilangan orang yang kita cintai, tapi justru tindakan itulah yang membuat kita kehilangan orang yang kita cintai.

terlalu mengekang, terlalu possesif, terlalu over protective, apapun itu yang terlalu tidak akan berdampak bagus. bersikap wajar dan tidak berlebihan sepertinya merupakan solusi terbaik. tapi sekali lagi, saat itu berhubungan dengan perasaan dan rasa takut, logika sudah tidak akan tampak lagi, jadi itu bukan hal yang mudah, setidaknya untuk saya.
sands

saat saya memiliki orang yang sangat saya sayangi, saya pengennya dia hanya untuk saya, tidak untuk orang lain. saya ingin dia sibuk hanya memperhatikan saya, sebagaimana saya sibuk memperhatikan dia, saya tidak akan pernah rela berbagi perhatian dia dengan orang lain, kelihatannya saya egois ya? entahlah tapi yang pasti saya akan berusaha memberikan yang terbaik yang saya bisa untuk dia, dengan begitu dia tidak akan sempat untuk memikirkan untuk mencari perhatian atau berpaling ke orang lain karena sudah sibuk dengan perhatian yang saya berikan.

entahlah, itu mungkin jadi salah satu sifat buruk saya, dan itu merupakan sifat yang sangat tidak akan disukai oleh wanita, mungkin. karena akan terkesan bahwa saya over protective, prossesif atau sejenisnya. tapi sebenarnya saya tidak pernah memiliki keinginan yang seperti itu, mungkin saya hanya takut kehilangan dia yang saya cintai, itu saja.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s