i love my family

white-i-love-my-family-women-s-tees_design

mungkin beberapa dari kita pernah menyadari bahwa saat kedua orang tua kita mengatakan ‘makanlah nak, bunda sudah kenyang’ itu hanya untuk menenangkan hati kita dan menghindarkan rasa bersalah dari diri kita karena mereka sebenarnya belum makan dan mungkin sangat lapar? pernah ?

atau saat ayah/bunda kita berkata bahwa ‘tidurlah nak, bunda belum ngantuk’ hanya untuk memberikan rasa nyaman kepada kita untuk terlelap tidur sementara mereka akan terus berjaga sepanjang malam hanya untuk memastikan bahwa kita tidak akan digigit oleh seekor nyamuk pun? pernah?

apakah itu berbohong? apakah itu berdosa? mungkin saya tidak akan membahas sampai sejauh itu karena saya hanya ingin membahas tentang ada hal yang perlu dikatakan dan ada hal yang mungkin lebih baik dibiarkan kita untuk menilainya sendiri, baik dari tindakan, ekspresi, raut wajah, atau bahkan hanya sekedar helaan nafas. dan itu yang membuat kita bisa belajar, belajar bahwa tugas orang tua memang memberikan rasa amat dan nyaman kepada anak-anaknya, sehingga dia tidak akan pernah mengatakan masalahnya atau mengeluh tentang kecapekannya kepada anak-anaknya karena dia tidak ingin anak-anaknya meraskan khawatir yang berlebihan.

saya menyadari itu semenjak saya masih berada di bangku sekolah dasar, bagaimana kedua orang tua saya benar-benar membanting tulang, siang malam, tidak perduli hujan atau angin kencang, mereka tetap tidak pernah menyerah, mereka tetap berusaha agar dapat memberikan rasa aman dan tenang kepada anak-anaknya, agar anak-anaknya tidak merasa lapar dan tetap bisa tersenyum.

seiring berjalannya waktu, mungkin sekarang saya hanya memiliki penyesalan terbesar dalam hidup saya saat saya tahu bahwa saya telah banyak mengecewakan kedua orang tua saya, ketika saya tahu bahwa saya banyak menyusahkan kedua orang tua saya, tapi bagaimanapun kondisi dan kesalahan saya, merekalah orang pertama yang membuka tangan ketika saya tidak tahu harus pulang kemana, mereka lah yang mengatakan bahwa ‘semua akan baik-baik saja nak’ saat saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

mungkin terlambat, sangat terlambat tapi saya tahu selama saya masih diberikan kesempatan untuk dapat melihat dan menemani kedua orang tua saya, inilah saatnya saya bayar kelalaian saya selama ini, inilah saatnya saya harus memanfaatkan kesempatan yang ada untuk bisa membahagiakan kedua orang tua saya.

saat saya telah menjadi sosok orang tua bagi kedua anak-anak saya, saya merasakan sendiri bagaimana sedihnya hati kedua orang tua saat harus mengatakan tidak untuk permintaan sederhana anak-anaknya, tidak ada hal yang lebih menyedihkan, hati terasa hancur, begitu sesak di dada, dari situlah saya kemudian teringat kedua orang tua saya, tidak terbayang bagaimana kedua orang tua saya benar-benar memiliki hati yang begitu luar biasa.

ketika kita menjadi orang tua, kita akan bisa merasakan bahwa tidak ada kebahagiaan yang lebih membahagiakan selain melihat anak-anak kita bahagia, sehat dan tumbuh dengan sempurna, meski itu seringkali mengorbankan kebahagiaan kita sebagai orang tua. dan saya menyadari itu, dan saya dengan senang hati akan melakukan hal yang sama.

teringat betapa hangat dan nyamannya dekapan seorang ibu kepada kita, mudah-mudahan saya bisa memberikan hal yang sama untuk anak-anak saya. saya akan berusaha menjadi ayah, bunda, teman dan sahabat mereka.

#love my children
#love my family

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s