paradigma

paradigma, ya segala yang kita percayai dan menuntun kita untuk melakukan respon atau hal lain sesuai dengan apa yang kita percayai tersebut. paradigma bisa muncul dari penglihatan, pendengaran atau yang lainnya. paradigma merupakan dasar pola pikir kita terhadap sesuatu yang kita lihat dan dengar. ada satu kisah yang saya dengar dulu dari salah seorang teman yang kebetulan adalah mentor saya juga tentang paradigma, dan di post ini saya mencoba untuk menceritakan ulang tentang kisah tersebut dan semoga bisa bermanfaat.

adalah steven covey, salah satu penulis terkenal di dunia dengan salah satu karyanya seven habits of highly effective people sedang melakukan ceramahnya di depan ribuan audience, dan di antara mereka adalah sang ibu dari steven covey yang juga sedang dengan penuh bangga menyaksikan anaknya yang tercinta sedang berbicara di depan ribuan orang dari barisan ke tiga.
setelah lima belas menit kemudian, sang ibu sedikit merasa terganggu oleh tingkah salah seorang audience yang selalu berbicara setelah apapun yang dikatakan oleh steven covey, sebagai seorang ibu, dia mulai merasa tersinggung karena menganggap bahwa orang tersebut tidak menghargai putra tercintanya yang sedang berbicara di depan sana.
setengah jam kemudian, amarah itu sudah semakin menjadi, ingin sekali rasanya dia melempar orang tersebut dengan tas yang dibawanya karena orang tersebut masih saya tidak menghentikan perbuatannya yang sibuk berbicara sendiri saat steven covey sedang memberikan ceramahnya. dia mengatakan kepada orang di samping nya, ‘lihatlah tuan, betapa tidak sopannya orang itu? dia terus saja berbicara saat steven covey bicara di depan sana, aku adalah ibu dari steven covey dan aku merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan orang itu’, dan orang yang berada di sebelah ibu steven covey pun memberitahukan bahwa orang yang sibuk berbicara sendiri saat steven covey berceramah itu adalah penterjemah untuk orang jepang yang berada di sebelahnya.

paradigma

ups …. ternyata … ya, seperti itu paradigma. terkadang apa yang kita lihat dan kita dengar tidak seperti apa yang kita lihat dan kita dengar, bahwa kita melihat dengan mata dan kepala kita sendiri, tapi bukan berarti kita bisa tahu pasti apa yang sedang terjadi, mungkin saja ada peristiwa lain atau hal lain yang terjadi sebelum dan yang tidak kita ketahui. itulah sebabnya betapa pentingnya kita mengatur paradigma dan pola pikir kita, berfikir positif salah satunya, bahwa apapun yang terjadi pasti ada alasannya, everything happen for a reason. jika kita tidak tahu, ada baiknya kita bertanya dan mencari sebelum memutuskan untuk menghakimi dan menilai karena bisa jadi kitalah yang tidak tahu lengkap jalan ceritanya, kan bisa salah paham dan malu sendiri to?

yup, itulah sedikit cerita yang pernah saya dengar dan sampai saat ini masih bisa saya ingat. terima kasih kepada teman sekaligus mentor saya bapak victor alexander liem.

#paradigm #positif thinking