are we safe ?

pagi ini lihat video release dari microsoft Indonesia, piracy uncovered yang memberikan peringatan kepada kita bahwa 2 dari 3 PC yang menginstall software bajakan terkena malware yang membahayakan komputer kita, mengawasi kita, mencuri data pribadi kita dan menghapus data-data penting kita di komputer. dari situ mungkin kita jadi bertanya-tanya? apakah aman untuk kita memakai komputer untuk hal-hal yang penting seperti transaksi per-bankan online, pembelian barang online, menyimpan data-data rahasia di komputer kita? padahal komputer sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita sekarang ini bukan?

safe

menurut saya,
sebenarnya software bajakan yang menginstall malware itu tidak hanya bisa terhadi di windows, mungkin di sistem operasi lain pun bisa hanya saja karena arsitekturnya berbeda, kemungkinan arsitektur windows yang paling rentan terkena hal tersebut, dan juga karena windows paling banyak digunakan oleh pengguna komputer di dunia (mungkin).
jadi, sebenarnya itu semua bisa terjadi kepada siapa saja. tapi, paling tidak kita bisa berusaha meminimalisirnya dengan cara :

untuk komputer / laptop pribadi :
– tidak menggunakan fasilitas komputer umum (yang juga digunakan orang lain) untuk melakukan transaksi atau pembukaan email pribadi, karena ada resiko kemungkinan komputer bersama tersebut sudah terpasang malware atau keylogger yang merekam apa yang kita ketik di komputer itu.
– tidak memasang software atau aplikasi sembarangan, jadi jika komputer anda memang digunakan untuk pekerjaan anda yang penting, maka disarankan untuk tidak memasang software-software yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan dan tidak jelas vendornya.
– hindari mengunjungi situs-situs yang beresiko memasang malware di dalamnya, seperti situs-situs porno atau perjudian (mungkin).
– memasang anti virus di komputer dan melakukan update secara berkala.
– menggunakan software asli atau install hanya software yang jelas vendornya saja.
– hindari colok usb flash disk yang tidak jelas pemiliknya
– menggunakan linux, karena arsitektur nya yang berbeda dan belum banyak virus / malware yang bermain di arsitektur tersebut.

untuk transaksi online
sebenarnya jika berbicara tentang transaksi online, maka akan lebih tergantung dengan vendor penyedia jasa, seperti contohnya untuk transaksi online banking, masing-masing bank memiliki kebijakan tersendiri, contohnya bank BCA yang memberikan token key bca kepada nasabahnya yang mengaktifkan fasilitas internet banking nya, dan sebagainya. jadi meskipun data pribadi (userid dan password) kita tercuri, tapi tidak semudah itu untuk bisa memindahkan dana dari rekening kita melalui internet banking tanpa memiliki token key BCA.

untuk transaksi beli online
jual beli online sudah tidak asing lagi untuk kita saat ini, tapi justru dengan itu pula banyak modus penipuan jual beli online. untuk itu harus lebih berhati-hati, agar tidak menjadi korban penipuan via jual beli online.
pastikan barang yang anda beli jelas, dan penjualnya juga jelas, nor telp atau pin Blackberry jika ada, lihat pula website dari si penjual, jika sempat cari di google dulu no telp atau website tersebut pernah bermasalah atau tidak. jika memungkin kan minta photo terbaru dari barang yang akan kita beli, dan pastikan selalu mencoba menghubungi penjual via telp.
selain itu, juga mintalah no resi untuk pengiriman barang pesanan anda, saat ini banyak perusahaan jasa antar yang menyediakan jasa tracking online, ini akan memudahkan anda jika ternyata no resi yang diberikan salah atau tidak terdaftar.

demikian menurut saya, mudah2an bermanfaat ya. !