menghafal dan memahami, itu beda !

dari dulu waktu aku masih duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD), kedua orang tuaku tidak pernah menuntut aku untuk belajar setiap hari, ditungguin untuk memastikan bahwa aku benar-benar belajar. aku justru banyak bermain setelah pulang sekolah, entah bermain kelereng, ke sungai mencari ikan, ke sawah mencari belut, dan sebagainya dan sebagainya.

tapi kedua orang tuaku selalu berpesan, saat aku di dalam kelas dan guru sedang menerangkan, maka aku harus bisa memahami apa yang guru sampaikan hari itu, jika sudah paham, maka tidak harus mengulangi lagi belajar di sore harinya, kalaupun aku belajar, itu adalah belajar halaman berikutnya dari buku paket yang aku miliki.

dan ternyata, kedua orang tuaku yang sederhana itu berkata benar, menghafal dan memahami itu beda. jika dulu aku hanya diminta untuk bisa menghafal saja, aku tidak mungkin bisa berada di sepuluh besar dari kelas 1 sampai kelas 6 Sekolah Dasar. aku memilih untuk memahami, tidak menghafal. aku paham apa yang disampaikan oleh guru, dan saat aku mendapat soal tentang hal tersebut dalam bentuk yang berbeda, aku tetap paham.

meski begitu, aku tetap saja pembelajar yang lambat, aku pembelajar yang kacau dalam soal hidup. aku mudah terombang-ambing, mudah bimbang, mudah ragu dan sebagainya, dan sekarang aku tahu, bahwa itu semua karena aku lupa memahami, lupa memahami semua yang ada di sekitarku, mana yang kelihatannya benar dan mana yang seharusnya benar.

tapi aku bersyukur, bahwa apapun yang ada di belakang sana, di masa laluku, aku masih diberi kesempatan belajar. belajar mengakui semua kesalahanku, dan belajar menjadi orang yang lebih baik di masa mendatang. untuk anak-anak, saudara dan tentu saja, orang tuaku.

aku mencoba memahami, memahami yang ada di sekitarku, memahami mereka yang menyayangi aku, memahami mereka yang mencintai aku, memahami mereka yang sudi menerimaku apa adanya. dan aku masih terus belajar, entah sampai kapan. dan pastinya, aku berterima kasih kepada Tuhan, aku bersyukur atas mereka yang telah dikirimkan kepadaku, mereka yang mengajarkan aku tentang banyak hal.

aku tidak pernah menghafal apa yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak sukai, aku berusaha memahami mereka bahwa mungkin aku tidak akan bisa menjadi sempurna, begitupun mereka tapi aku tahu mereka melihat aku berusaha. berusaha memahami mereka dengan segala kelebihan dan keistimewaan mereka.

mereka yang mengajarkan aku bahwa yang benar memang harus benar, mereka yang mengajarkan kepadaku untuk tidak menyerah meski tampaknya sudah tak ada lagi yang aku miliki, mereka yang mengajarkan kepadaku betapa indahnya dicintai oleh orang yang juga kita cintai, mereka yang mengajarkan kepadaku bahwa dewasa itu pilihan, bukan tergantung dengan umur, mereka yang mengajarkan kepadaku untuk menjadi diri sendiri.

untuk kalian semua, terima kasih. andai saja kalian tak lagi bersamaku saat ini, kalian tetap pernah menjadi bagian dari hidupku, bagian yang indah saja yang aku ingat, selebihnya aku berusaha mengubur dalam-dalam hal-hal yang terlalu sakit untuk diingat.

dan aku masih mencoba memahami, memahami diriku sendiri dan memahami kalian.

(dedicated to myself)