aku suka …

aku selalu suka malam, malam di mana aku bisa merebahkan tubuhku dan memejamkan mataku. karena di saat itulah, aku bisa melihatmu, ya … melihatmu, tersenyum dan tertawa. senyum itu, tawa itu, masih bisa terasa begitu jelas meskipun entah sudah berapa lama aku tidak melihatnya.

aku selalu suka pagi, pagi di mana aku bisa melihat mentari pagi bersinar melalui jendela rumahku, berdiri di sana memandangi langit yang dulu selalu menghadirkan bayang wajahmu di sana. tertawa dan tersenyum manja. dan masih saja aku bisa melihatnya.

aku selalu suka siang, siang dimana aku selalu bisa menemanimu meski sesibuk apapun aku, akan selalu ada waktu untuk bisa sekedar menelponmu, meski hanya sekedar untuk bisa bilang i love you. suaramu, tawamu, bahkan tangismu … aku ingat semua itu, dan masih ingat sampai sekarang.

aku selalu suka sore, sore di mana waktumu adalah untukku, saat di mana kita mengumpulkan segenap asa bersama, membongkar kembali harta karun yang pernah kita miliki, tertawa dan tersenyum bersama. aku rindu saat-saat itu, dan akan selalu rindu.

aku ingat, masih ingat dengan apa yang dulu pernah ada, aku masih bisa merasakan apa yang dulu pernah kita lalui, aku ingat, tapi semua itu juga membuatku jera, entah kenapa. aku lebih memilih untuk tidak berharap, karena harapan itu jugalah yang sudah membuatku hampir tidak bisa bangun lagi. tapi aku masih ingat, sampai saat ini.

aku sudah sejauh ini, dan aku tak mungkin kembali. karena ada banyak hal yang harus aku lakukan, ada mereka yang menggantungkan hari-harinya kepadaku, mereka yang sudah membuatku bisa bertahan sampai hari ini, mereka yang mencintaiku seperti kamu mencintaiku dulu.

aku tak akan kembali, tapi jika Jalan Tuhan membawa kita kembali sama-sama, maka aku tidak akan menolaknya.

#damn