BISNIS itu yang penting di BUKA dulu …

betul kan? ga ada yang salah dengan judul di atas, memang kenyataannya harus seperti itu. kalo mau bisnis ya cepet-cepet dibuka, karena bisnis yang baik itu adalah bisnis yang dibuka, bukan hanya bisnis yang terus ada di angan-angan dan tidak pernah menjadi nyata. yang penting dibuka dulu, tar kalo misalnya pusing di tengah jalan ya gimana caranya dicari solusinya, ya itulah ‘seni’ nya dalam berbisnis. tapi tunggu dulu boss, jangan telan semua itu mentah-mentah, jangan telan begitu saja semua itu tanpa pemikiran yang matang jika memang pengen mulai berbisnis. saya bukan pengen menggurui atau berlagak sok pintar, saya pernah punya bisnis, meski pada akhirnya pernah ‘bangkrut’ juga dan itu merupakan pelajaran buat saya, dan saya cuma ingin bisa berbagi, mudah-mudahan saja bisa bermanfaat untuk pembaca semua.

sangat benar jika bisnis itu memang harus dibuka, tanpa dibuka ga akan pernah menjadi bisnis, tapi alangkah lebih bijaksananya jika sebelum itu kita bisa mempertimbangkan segala sesuatunya terlebih dahulu dengan harapan jika suatu saat nanti terjadi hal yang terburuk sekalipun, maka kita sudah punya persiapan dan tidak tergopoh-gopoh sekonyong konyong dan tidak tahu harus gimana. mungkin terdengar begitu klise ya, tapi emang kenyataannya seperti itu, pada awal membuka bisnis kita memiliki semangat yang begitu membara, mungkin kalo diukur bisa 1000% kali ya, tapi bisnis bukan hanya soal bagaimana dibuka saja, tapi bagaimana mempertahankan, mengembangkan dan membuatnya terus bisa bertahan menghadapi segala situasi apapun. nha berikut mungkin bisa jadi pertimbangan sebelum anda membuka bisnis.

Lightbulb_Business1

1. Diri Sendiri ( Mental )
Menjadi seorang pengusaha bukan perkara mudah boss, kalo mudah semua orang pasti bisa jadi pengusaha, tapi bukan berarti jadi pengusaha itu tidak mungkin, sangat mungkin, dan semua orang memiliki kemampuan bawaan dari lahir untuk bisa menjadi pengusaha.

Menjadi pengusaha membutuhkan mental yang tahan banting, mental pengusaha tentu saja. mental yang mengerti bahwa bisnis itu perjuangan, bisnis itu seperti membesarkan bayi, butuh kesabaran luar biasa, butuh effort yang luar biasa juga, butuh otak, keringat dan lain sebagainya. Memiliki mental yang mengerti bahwa bisnis butuh perjuangan itu penting, karena saat nanti ternyata bisnis kita mengalami pasang surut, kita akan terbantu sekali dengan mental yang kita miliki, tak sedikit teman-teman yang berusaha untuk menjadi pengusaha tapi saat bisnisnya baru turun sedikit saja sudah panik dan menjadi paranoid untuk bangkit kembali.

Menjadi pengusaha juga harus bisa menerima kekalahan, bisnis itu persaingan, kekalahan itu biasa, seperti halnya dalam pertandingan, tapi bukan berarti saat kalah maka kita tidak punya kesempatan untuk bisa menang, kekalahan seharusnya bisa memperkuat mental kita untuk bisa menjadi lebih kuat dan menjadi lebih kreatif untuk bisa membuat bisnis kita bertahan dan bangkit kembali.

Harus diakui bahwa tak semua dari kita memilikinya, banyak faktor yang membuat kita memiliki ketakutan saat ingin memutuskan untuk berbisnis, ga papa, itu wajar. jadi mungkin lebih baik persiapkan baik-baik mental kita, pertimbangkan segala kemungkinan terburuknya. saya harus mengatakan itu karena saat anda terjatuh dalam bisnis, anda tidak tahu siapa yang akan tetap berdiri untuk anda di sana, atau mungkin anda akan benar-benar sendirian, dan itu sangat sangat tidak mudah.

2. Model Bisnis / Bidang Bisnis
Jika mental anda sudah tertata dengan baik dengan segala kemungkinan yang mungkin akan anda hadapi, maka berikutnya adalah tentukan bidang bisnis yang akan anda geluti. ada baiknya ini adalah bidang dimana anda paham aturan mainnya dan anda paham tentang sesuatu di dalamnya. paling tidak ini akan membuat anda memiliki bekal sebelum bertempur dan akan membantu anda menyusun strategi untuk bisa mengembangkan bisnis anda ke depan.

Akan lebih baik jika bidang ini juga membuat anda nyaman mengerjakannya, bukan kenapa-kenapa, mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai ( benar-benar membuat kita tidak nyaman dalam batas toleransi diri kita sendiri ) sama sekali bukan perkara mudah. oke lah kalo ada yang bilang, saya semua tidak tahan dengan bau tahi ayam, tapi setelah saya berbisnis ayam potong, dan merasakan hasilnya maka saya menjadi tahan dan tidak peduli dengan bau tahi ayam itu, karena menurut saya bau itu menjadi seperti bau uang. fine, itu berarti bau tahi ayam masih berada dalam toleransi diri anda, tapi saat anda memutuskan berbisnis hiburan malam, atau membuka kredit barang dengan bunga yang sebenarnya bertentangan dengan keyakinan anda sendiri, maka tunggu dulu … jangan sampe itu membuat anda menjadi terbebani, anda sudah akan terbebani dengan begitu beratnya membuat bisnis anda berjalan, jadi jangan ditambah lagi dengan beban bahwa anda tidak nyaman menjalani bisnis itu.

Apapun alasan anda, saya pribadi masih berpendapat bahwa bisnis tetap butuh nyaman di dalam mengerjakannya.

3. Hitung di atas kertas
Setelah anda menemukan bidang bisnis yang memang sudah anda yakini anda akan bisa menjalankannya dengan baik dan anda nyaman di dalamnya, maka sekarang waktunya untuk hitung-hitungan. bisnis adalah soal untung dan rugi boss, hitung-hitungan itu penting. meski hitung-hitungan kita di awal hanyalah kalkulasi simulasi tapi paling tidak akan bisa memberikan kita gambaran tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan serta parameter apa saja yang akan dijadikan tolok ukur untuk menganalisa bisnis kita masih bisa bertahan atau tidak.

Hitung berapa omzet yang harus dikejar agar operasional bisnis tetap bisa berjalan, dari situ kita akan tahu target omzet kita jadi kita bisa menyusun strategi bagaimana caranya kita bisa mencapai target tersebut. jika kita tidak tahu angka ini dan hanya asal-asalan saja, maka kita tidak akan pernah bisa menganalisa apakah bisnis kita ini masih layak untuk dipertahankan atau memang sudah waktunya dipertimbangkan untuk beralih ke bisnis lain daripada kita terus-terusan ‘nombok’. realistis kan?

4. Backup !!!
Selalu persiapkan backup !!! saya beri tanda seru karena ini penting. pastikan anda selalu punya backup, jika anda sekarang memiliki dana 100 juta untuk memulai bisnis, pastikan bahwa anda sudah mempersiapkan backup untuk operasional anda sendiri untuk 3-6 bulan ke depan, jadi andai saja bisnis anda belum bisa menguntungkan maka anda tidak lantas panik harus mencari untuk makan dan bayar listrik bulan depan pakai apa.

Ingat, bisnis baru tidak selalu bisa langsung menguntungkan. (meski tidak semua), tapi pada dasarnya grafiknya akan seperti saat burung berusaha untuk terbang, dia akan menurun ke bawah dulu untuk kemudian baru naik dan terbang tinggi. Jadi sekali lagi, usahakan anda selalu punya backup, baik secara finansial maupun backup rencana lain. Ini bisnis boss, di dunia nyata, saat bisnis anda sedang sepi maka bisa jadi anda benar-benar tidak mendapatkan pemasukan sama sekali hari itu.

Saya memilih untuk 3-6 bulan backup karena jika ternyata selama 3-6 bulan tersebut bisnis anda terus-terusan merugi maka perlu dipertimbangkan lagi apakah cara anda yang salah atau bisnis anda memang yang tidak sesuai atau kurang prospektif. logikanya harusnya sudah ada progress dari bisnis anda selama 3-6 bulan, jika memang bisnis ini dikerjakan dengan serius.

dan setelah ke empat hal tersebut sudah anda siapkan, maka saatnya untuk memulai menjadi PENGUSAHA dan tetap ingat bahwa bisnis tidak lantas otomatis membuat anda bisa kaya raya tanpa mengerjakan apa-apa, bisnis di awal adalah perjuangan, penuh kerja keras dan keringat, setelah bisnis anda bisa berjalan dan memiliki sistem yang bisa memungkinkan anda meninggalkan bisnis anda dengan tetap bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis anda, maka barulah anda menikmati buah dari hasil kerja keras anda selama ini.

Demikian yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat. bukan ingin menakut-nakuti anda untuk berbisnis, bahkan sebaliknya. Justru ingin memberikan anda semangat untuk bisa berbisnis, tentu saja dengan pengalaman saya yang pernah gagal dalam bisnis, mudah-mudahan itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Di dunia nyata, dunia bisnis sangatlah keras boss, dan saat anda gagal, ada kemungkinan anda justru akan sendirian menghadapinya.

bisnis kuwi gampang, ning ojo pisan-pisan nggampangke

#note