belajar dari kegagalan

GAGAL adalah hal yang biasa terjadi dalam hidup kita, mungkin ada yang lebih senang menyebutnya dengan kata ‘BELUM BERHASIL’, ya terserah saja sih, buat saya sama saja, yang lebih penting buat saya adalah pemahaman atas GAGAL atau BELUM BERHASIL tersebut. meski ada beberapa yang mengatakan bahwa kata-kata itu secara tidak langsung akan mempengaruhi alam bawah sadar kita dan mempengaruhi diri kita, jadi kita harus menggunakan kata-kata dengan lebih bijaksana. tapi menurut saya, saya lebih mementingkan pemahaman atas segala sesuatu, termasuk tentang GAGAL dan BELUM BBERHASIL tersebut. jadi apapun kata dan istilah yang digunakan, biarlah itu menjadi kata atau istilah saja.

Setiap dari kita pasti sudah pernah merasakan kegagalan dalam hidup, entah itu gagal meraih rangking pertama di kelas, gagal menjadi karyawan terbaik di perusahaan, gagal menjadi pemimpin project di perusahaan, gagal mendapatkan kontrak dengan klien, gagal dalam berumah tangga dan lain sebagainya. Kegagalan itu terjadi saat kita memiliki satu tujuan atau target yang harus dicapai dan ternyata kita belum bisa mencapainya.

Kegagalan merupakan satu hal yang biasa, maksutnya kegagalan bisa menimpa siapa saja. Jadi tidak usah berkecil hati saat kita mengalami kegagalan. ada hal yang lebih baik yang bisa kita lakukan dalam mensikapi kegagalan dan menjadikan kegagalan itu sebagai pelajaran untuk bisa menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat kita mengalami kegagalan.

1. Menenangkan diri
Ya, saat kita mengalami kegagalan, kita butuh untuk bisa menjadi tentang. Emosional saat mengalami kegagalan itu wajar, tapi usahakan tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu berlarut-larut. Menenangkan diri bisa menjadi langkah pertama saat kita mengalami kegagalan, saat diri kita sudah lebih tenang, kita bisa lebih berfikir dengan jernih dan tenang. Saat kita belum bisa menenangkan diri, ada baiknya kita tidak membuat keputusan apapun atau berhubungan dengan hal-hal yang bisa membuat hal-hal tersebut justru akan bertambah buruk bila kita menjalaninya dengan emosional.

Kita bisa memberikan waktu dan ruang kepada diri sendiri untuk menjadi tenang, pergi ke tempat yang lebih tenang mungkin bisa menjadi solusi. tempat tersebut tidak harus yang jauh seperti gunung, pantai atau tempat2 lain yang jauh dari kita, kamar bisa jadi merupakan tempat yang terbaik untuk bisa menjadi tenang. Memberi tahu kepada orang lain bahwa kita butuh ruang dan waktu untuk sendiri dulu akan membuat orang lain mengerti dan memberikan kita ruang dan waktu untuk menenangkan diri.

2. Mencari Penyebab kita Gagal
Setelah diri kita menjadi lebih tenang, saat nya kita mulai mencari sebab atas kegagalan kita, dengan menarik kembali kegagalan tersebut ke belakang dan mencari kronologinya. Dengan mengetahui penyebab kegagalan akan memudahkan kita mencari solusi dan juga belajar dari kegagalan tersebut. Ya, kadang-kadang memang kegagalan itu adalah suatu hal yang memalukan, tapi toh sudah terjadi, jadi untuk apa harus terus menerus merasa malu.

Setelah menemukan penyebab kegagalan, pastikan kita bisa mengingatnya, jika kita takut bahwa kita akan mudah melupakannya, kita bisa mencatatnya di suatu tempat, agar supaya sewaktu-waktu kita bisa membacanya kembali dan kembali teringat dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi.

3. Mencari Solusi
Setelah kita bisa mengetahui penyebab kegagalan, kini saatnya kita mencari solusi atas kegagalan kita tersebut. solusi ini dibutuhkan agar kita bisa mengatasi masalah yang sudah timbul dari kegagalan kita. Tetap yakin bahwa selalu ada jalan keluar dari setiap masalah, ada kemudahan dalam setiap kesulitan. Jika memang kita bersalah, maka persiapkan diri untuk menerima segala resiko yang ada. Anggap saja bahwa itu adalah harga yang memang harus kita bayar atas semua kegagalan yang kita alami.

Memang tidak akan pernah mudah untuk bisa legowo menerima kegagalan, tapi legowo akan menjadikan kita lebih mudah melewati semuanya. jadi bersabarlah.

4. Bangkit kembali
Setelah solusi dalam ditemukan, kita tinggal menjalankannya dengan penuh semangat kembali. Optimis itu perlu dan harus ada setiap saat agar kita bisa memiliki semangat dan termotivasi dengan baik dalam menjalani semua hal. Dari sini kita sudah mulai untuk berusaha bangkit dari kegagalan, berusaha untuk kembali melanjutkan hidup dan kembali menerima tantangan demi tantangan hidup dan kembali bersiap untuk kemungkinan kegagalan berikutnya.

Kegagalan itu satu hal yang biasa terjadi, selama kita sudah melakukan dan memberikan yang terbaik, maka kegagalan berikutnya adalah kegagalan untuk level kita yang lebih tinggi dari sebelumnya, yang menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih ‘tinggi’ dari sebelumnya, menjadikan kita pribadi yang lebih ‘bijaksana’ dari sebelumnya.

jadi, jangan takut dengan kegagalan ya ! selalu berusaha memberikan yang terbaik dan melakukan semuanya dengan sepenuh hati. tidak usah mengkhawatirkan tentang hasil akhirnya. dan tetap berbahagia !!

HIDUP TERLALU SINGKAT DAN TERLALU BERHARGA UNTUK DIHABISKAN BERPUTUS ASA DAN BERSEDIH !

#beSmart #beWise