coba aja ga ada yang respon

Tadi siang sempet baca-baca artikel berita di salah satu situs berita dan lihat beberapa video di youtube juga, tentang seseorang yang hobinya tuh nyentrik, suka menilai orang, suka mancing2 ribut, suka ngomporin sana ngomporin sini, suka ikut campur ke urusan orang, dan setelah membaca beritanya yang berikutnya saya lihat adalah komentar yang ada di bawah berita tersebut, dan ternyata komentator nya tidak sedikit, meskipun banyak yang komentarnya menjelek2kan (karena emang ga bisa dibilang bagus sih kelakuaknnya), jadi wajar lah … tapi pernah ga kepikiran kalo tuh orang baca jadi seneng karena ternyata yang peduli dan respon banyak bener.??

Setelah itu, iseng juga cek twitternya, eh ternyata followernya banyak lho … seratur tujuh puluh ribu lebih, ya meski yang follow juga belum tentu karena peduli, ada juga yang bilang karena pengen cari hiburan aja, karena ocehan-ocehan di twitter yang sering nyleneh jadi bisa menjadi hiburan tersendiri, tapi ada juga yang bilang kalo itu bagus karena pemikiran yang selalu berseberangan dan berbeda, itu biasa dalam demokrasi … kayaknya ni orang blm cukup dewasa buat ngerti norma2 kewajaran dan kepantasan, dan ya .. ternyata masih ABG, jadi maklumlah.

Tapi jadi tergelitik pengen tahu, seandainya saja semua follower tersebut hengkang dan unfollow semua, apa yang bersangkutan juga masih betah berkicau sendiri di twitter? entahlah … mungkin juga karena merasa banyak followernya jadi merasa terkenal gitu, makanya berkicaunya juga bersemangat. hampir sama dengan media, jika lagi ada yang heboh gitu, misalnya ada persoalan kecelakaan atau syukuran manten, koq ya ndadak minta komentar dari orang yang tidak ada hubungannya ?? sudah tau orang itu juga sukanya koment ga penting, aneh kan? apa karena kejar setoran buat isi berita?? entahlah.

Kadang sempat terfikirkan, andai saja tidak ada yang respon dari semua kelakuan orang tersebut, apa ya orang tersebut masih mau dan mampu buat berbuat serprti itu? menghujat, mengecam, mengkritik ga jelas, atau sesumbar2 yang justru sebenarnya membuat orang lain tidak lagi respect sama dia? coba saja tidak ada yang respon !!

mungkin karena kitanya kesel kali ya? jadi ga nahan buat ga respon, rasanya gatal kalo ga respon, makanya kita jadi ikut2an maki2 atau balik menumpahkan kekesalan di komentar atau di media lain. ya mungkin kita harus bisa belajar menahan diri, menahan dari mana yang penting dan mana yang tidak penting. kalo emang tidak penting, ya ga usah direken. selesai.

mungkin hal itu akan menyederhanakan semuanya, kalo emang ada kejadian atau berita, dan ternyata ada pihak lain yang tidak kompeten berkomentar ya tidak usah direken, anggap saja tidak ada. karena ga ada gunanya juga kalo komentar sampah diturutin atau didengerin kan?

atau ini adalah demokrasi? nurut saya sih tidak ! demokrasi tidak lantas bisa menjadi alasan orang lain menghujat orang lainnya dengan seenaknya, itu saja. tapi justru mungkin memang harus seperti itu kejadiannya, supaya kita semua sadar dan belajar dengan mereka yang bertindak seperti badut dan nyleneh. kita sadar mana yang baik dan mana yang buruk, baguslah !

#entahlah