not perfect at all

ga sempurna atau bahkan jauh dari sempurna? ahh biasa saja … semua kan tergantung dari sudut pandang kita masing-masing dalam memahami satu hal. dan perbedaan pandangan tersebut sangat wajar dan manusiawi, hal yang paling jauh kita bisa lakukan adalah membandingkannya dengan nilai-nilai kewajaran secara umum, mungkin itu saja. untuk beberapa orang, mencaci maki itu mungkin adalah hal biasa, biasa untuk dia tapi jika dilihat dari nilai-nilai kepantasan yang umum, mungkin lain hal. tapi toh tetap saja tidak mengubah apapun.

jadi ya belajar aja dari semua yang ada dan terjadi di sekitar kita, belajar dari pengalaman orang lain, belajar dari perlakuan orang lain kepada kita. belajar bahwa niat baik tidak selamanya disambut dengan baik oleh semua orang di dunia ini, belajar tentang ketidaksempurnaan. bahwa di dunia ini memang tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan Yang Esa.

dulu dipuja sekarang dihina, itu juga biasa terjadi di sekitar kita bukan? ya mungkin karena satu dan lain hal membuat penilaian kita terhadap seseorang menjadi berbalik 180 derajat, dan kita mensikapinya dengan berbuat kebalikan dari apa yang biasa kita lakukan sebelumnya. padahal boleh jadi jauh di dalam diri kita, kita juga sebenarnya tidak nyaman, sama sekali tidak nyaman dalam melakukannya, tapi karena semua itu tersimpan terlalu dalam dan yang ada di luar adalah ego dan kepercayaan tentang ‘harga diri’, maka yang keluar dari kita adalah mereka yang diinginkan ego itu untuk keluar. kasihan ya? tapi kalo boleh jujur sih, kita semua pasti juga pernah mengalaminya.

belajar memahami ketidaksempurnaan akan membawa kita menjadi lebih legowo dan lebih nerimo saat sesuatu terjadi kepada kita, tidak terburu2 untuk mencaci atau menghujat seseorang atas apa yang tidak benar-benar kita tahu kebenarannya. belajar memahami ketidaksempurnaan membuat kita juga sadar bahwa kita juga sama, jauh dari sempurna jadi untuk apa saling mengolok dan menghujat?

belajar memahami ketidaksempurnaan juga membuat kita belajar menerima diri sendiri, belajar menjadi diri sendiri, jelek, item, cantik, putih apapun kita … selama kita bisa menjadi diri sendiri, dan tidak berusaha menjadi orang lain (berakting) dalam menjalani hidup ini, maka bahagia sudah ada di diri kita tanpa harus kita bersusah payah memakai topeng kepalsuan itu.

so, saya jauh dari sempurna … maaf jika semua tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tapi saya bahagia menjadi diri sendiri. jika memang tidak nyaman dan tidak suka, simple … just leave … gampang kan?

kalo lama2 berusaha menjadi orang lain, tar malah jadi alay lho … #ups