setiap Hari itu adalah Hari Ibu

Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember, sedangkan Hari Ibu Dunia diperingati setiap tanggal 11 Mei. Tak masalah hari Ibu diperingati setiap tanggal berapa pun karena sebenarnya selama sosok seorang Ibu masih menemani kita setiap hari, maka setiap hari itu pula adalah hari Ibu. kenapa? karena andai saja kita mau sebentar saja merenungkan maka sosok seorang Ibu itu sungguh LUAR BIASA !

Mari kita coba renungkan sebentar saja tentang Ibu kita, coba mari kita kembali ke masa dimana kita masih berada di dalam perutnya, lemah tak berdaya, beliau membawa kita kemana pun beliau pergi, tak pernah mengeluh sedikitpun. jika ingin mencoba merasakan, silahkan bawa tas ransel Anda dan letakkan di depan (jangan di belakang), dan bawa tas tersebut untuk beraktivitas seperti biasa, 1 jam saja … terasa kan? saya merasakannya saat saya berangkat dan pulang kerja, bahkan itu pun tidak sampai 1 jam lamanya.

Kemudian, coba kita bayangkan kembali saat kita baru saja lahir sampai dengan kita masih belum bisa berjalan, tak ada yang dapat kita lakukan saat itu selain menangis dan menangis, tapi beliau tak pernah keberatan mendengarkan tangisan kita meski itu membuat tidurnya yang hanya beberapa menit tiap malam menjadi terganggu. saat kita buang air kecil, buang air besar, lapar dan lain-lain, entah kenapa beliau bisa mengerti semua itu meski tangisan kita terdengar sama.

Kemudian, coba kita ingat kembali saat kita masih kecil, bagaimana beliau begitu sabar merawat dan mendidik kita, mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada kita setiap hari. menasehati kita saat kita berbuat salah, meski terlihat sedang marah namun tak pernah sedikitpun beliau merasa benci kepada kita. karena saat kita membuat beliau kesal dan jengkel, yang teringat di benak beliau adalah kita yang masih kecil dulu, begitu lucu dan menggemaskan, rasa kasih sayang itu dengan mudahnya menghapus rasa kesal dan jengkel yang kita berikan kepada beliau.

Kemudian, coba ingat kembali saat kita sudah mulai bisa membantah kata-kata beliau, apakah beliau menjadi benci kepada kita karena hal itu, juga sama sekali tidak. dengan sabar beliau menelan semua bantahan dan perlakuan tidak baik kita kepada beliau karena yang selalu ada di benak beliau adalah kita yang lucu dan menggemaskan, kita adalah buat hati beliau. dan itu yang membuat beliau tak pernah mampu berkata-kata jelek dan kasar kepada kita. mungkin tak terhitung tangis beliau untuk kita, tapi coba kita ingat-ingat kembali kapan terakhir kita menangis untuk beliau?

Kemudian, coba ingat kembali saat kita mulai berumah tangga dan meninggalkan beliau? coba bayangkan apa yang dirasakan beliau saat melepas kita pergi? buah hatinya yang lucu dan menggemaskan kini sudah dewasa dan sudah saatnya menjalani kehidupannya sendiri. dan saat itu pun begitu … bukan lagi makian atau protes yang keluar dari mulut beliau, tapi doa tulus beriring air mata ikhlas untuk kita.

Dan coba ingat kembali, saat kita sudah jarang mengingat beliau dan kita sakit, maka beliau adalah orang pertama yang merasakan sedih dan berdoa kepada Tuhan untuk mencabut sakit dari badan kita dan memindahkannya ke badan beliau. masih bisa ? masih kuat ?

lalu, tak mengherankan jika Tuhan meletakkan tempat paling mulia yang DIA ciptakan berada di tempat terbawah dari badan seorang ibu, yaitu di telapak kakinya. dari semua yang telah beliau berikan kepada kita, rasanya andai saja seumur hidup kita berbakti kepada beliau itu tak akan pernah cukup untuk membayar semua jasa yang beliau sudah berikan kepada kita. ya kan?

Tapi, semua hal di dunia ini berjalan dengan *syarat dan ketentuan berlaku dan tentu saja ada pengecualian, tapi bukan berarti ketetapan Tuhan itu salah, hanya saja … kita sebagai manusia yang memilih untuk tidak memanfaatkan anugerah dari Tuhan untuk menjadi seorang Ibu.

Menjadi seorang Ibu itu adalah anugerah dan amanah, jadi manfaatkan sebaik mungkin, karena Tuhan telah memberikan begitu banyak kesempatan untuk para Ibu untuk mendapatkan Surga di bawah telapak kakinya. sangat disayangkan jika ternyata mereka yang terlahir sebagai wanita dan memiliki kesempatan untuk menjadi seorang Ibu namun tidak memanfaatkannya sebaik-baiknya.

jadi, tak berlebihkan kiranya jika setiap hari itu adalah hari Ibu untuk kita selama sosok seorang Ibu masih menemani kita atau paling tidak dekat dengan kita.

Mamah, kami anak-anakmu berterima kasih atas semua yang sudah engkau berikan kepada kami, dan kami hanya ingin engkau tau bahwa kami selalu menyayangimu. apapun yang akan terjadi.

untuk pembaca yang kebetulan adalah seorang perempuan, mudah-mudahan ini bisa menjadi pengingat bahwa Anda semua itu ISTIMEWA dan diberikan kesempatan ISTIMEWA pula oleh TUHAN, jadi manfaatkan denngan baik dan jangan pernah sia-siakan !

mudah-mudahan bisa menjadi seorang Ibu yang baik untuk anak-anak Anda semua !

#dedicated to ALL WOMEN in the WORLD