Mimpi itu lagi …

Dulu, aku pernah bilang ke salah satu temen bahwa mimpi itu bisa jadi tidak hanya sekedar bunga tidur, tapi juga mengobati rasa kangen, meski cuma sedikit. Dan dia setuju dengan itu, karena setelah itu dia sendiri yang balik berkata ke aku kalo dia mendapatkan mimpi itu juga. ya, so ini tentang mimpi itu lagi tapi mungkin berbeda dari yang dulu pernah aku dapatkan.

Lama tak bertemu secara langsung alias face to face dengan seseorang mungkin akan membuat kita menjadi sering memikirkannya atau justru sebaliknya, sama sekali atau lebih jarang lagi memikirkannya seiring berjalannya waktu dan kesibukan yang ada. jika saja kita menjadi jauh lebih sering memikirkannya atau dalam istilah jawa ‘dipikir nganti mbateg’, ada kemungkinan besar bahwa itu juga akan bisa terbawa ke dalam mimpi. logis dan masuk akal.

Tapi jika ternyata kita sebenarnya jarang memikirkannya lagi dan ternyata dia tetap hadir di dalam mimpi, itu mungkin lain cerita. tak dapat menjelaskan secara ilmiah juga logika tapi itu tetap mungkin saja, karena pada saat tidur, pikiran kita menjadi begitu bebas untuk mengexplorasi hal-hal yang pernah terjadi atau mengingat orang-orang yang pernah berarti dalam hidup kita. dan kali ini, hal ini yang aku alami.

Setelah begitu banyak cerita, begitu banyak peristiwa, begitu banyak tawa dan begitu banyak makian, maka sampailah kita di titik dimana kita sama-sama mengamini bahwa kita tidak berjodoh. ya, dan seiring dengan berjalannya waktu, tak lagi ada komunikasi, tak lagi saling menyapa dan tentu saja tak lagi pernah bertatap muka. itu menambah lengkap bahwa memang kita tidak berjodoh.

Aku sudah berdamai dengan itu, dengan segala pertimbangan dan melihat diriku sendiri saat ini. sangat logis dan sangat wajar jika aku tidak masuk dalam daftar waiting list itu. eh .. koq jadi kemana-mana, kan tadi ngobrolin soal mimpi. oke back to mimpi saja sekarang ….

ya, aku dapatkan kembali mimpi itu, melihatmu begitu jelas, begitu ‘nyata’ meski sedikit berbeda, mata bulat, rambut panjang, cardigan yang merupakan costum favoritmu dengan penutup kepala terpasang di sana, lengkap sudah … cukup untuk bisa menjadi obat rindu tapiiiii ….. kali ini tanpa senyum, sama sekali.

itu yang membuat mimpiku kali ini berbeda, ya … aku bertemu lagi denganmu tapi kali ini tak ada lagi senyum, tak ada kata-kata bahkan malah justru seperti tak ada lagi expresi. entah kenapa. tapi aku juga bisa mengerti, karena memang sudah lama sekali tak pernah ada kontak lagi. tapi ya sudahlah, mungkin memang itu hanya mimpi acak yang kebetulan terpilih oleh pikiranku untuk menjadi mimpiku malam tadi.

terbangun dengan masih mengingat mimpi itu kadang2 berasa ‘weird’, karena sebagian besar saat terbangun dari tidur, tak ingat lagi dengan mimpinya, tapi jika itu tentangmu, somehow aku masih bisa mengingatnya meski telah terbangun.
there’s nothing i can do kecuali tetap berharap bahwa apapun itu, hanya bunga tidur saja. kamu di sana baik-baik saja ( ya … tentu saja ).

mimpi itu lagi …

#banyubening