Bencana dipolitisirkan ?

Saya tidak terbiasa berbicara soal politik karena entah kenapa saya tak pernah suka dengan yang namanya politik. mengkotak-kotakkan masyarakat dengan berusaha membentuk opini masyarakat dengan opini yang berbeda-beda, seolah-olah yang satu salah dan yang satu merasa paling benar. entahlah … tapi paling tidak hanya itu yang bisa saya lihat dari politik. jadi ya sudahlah, saya tidak akan membahasnya lebih jauh lagi. nanti malah jadi salah kaprah.

Bencana yang terjadi di negara Indonesia kita tercinta ini sering kali dituduh telah digunakan sebagai ajang polisir oleh para elite politik untuk meningkatkan elektabilitas atau pencitraan dan lain sebagainya. menurut saya sih, kenapa juga harus repot-repot mengomentari mereka yang hendak mempolitisir bencana ? jika memang kita bisa melakukan sesuatu untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana ya lakukan saja, kalo ada yang hendak melakukan hal yang sama tapi dengan niat pamer atau pencitraan ya biar itu jadi urusan mereka saya Tuhan mereka to?

trus? masyarakat gimana? ya kalo kita bisa memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pendidikan politik yang benar ya silahkan saja, toh banyak media yang bisa digunakan sekarang. facebook, twitter, BBM, Whatsapp, Line, Kakaotalk, Path, Blog, Website, Poster, Baliho, Spanduk, Brosur dan lain sebagainya. silahkan saja, tapi jika itu memang untuk memberikan edukasi seharusnya dipertimbangkan untuk memberikan informasi yang berimbang dan tidak mendiskritkan atau mengkambing hitamkan pihak-pihak tertentu.

masyarakat juga seperti halnya kita, akan belajar dari kesalahan-kesalahan yang sebelumnya, dan akan menjadi lebih cerdas dan pintar dari hari ke hari.

jika memang pemerintah dirasa salah, ya silahkan dikritik, melalui media atau secara langsung. tunjukkan fakta dan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk bisa memperbaiki kesalahannya dan kalo perlu ajak bicara, diskusi, musyarawah atau penyampaian aspirasi lainnya. jika memang itu ternyata tidak berhasil juga ya didoakan saja, mudah-mudahan para pemimpin kita yang melakukan kesalahan segera diberikan kesadaran dan diberikan hidayah supaya bisa kembali ke jalan yang benar.

Jika ada oknum atau elemen masyarakat yang melakukan kesalahan, ya ditegur saja, ajak bicara, diskusi, tunjukkan dasarnya bahwa tindakan mereka itu salah dan juga tunjukkan tindakan yang seharusnya benar untuk dilakukan. jika ternyata gagal, ya doakan saja mudah-mudahan mereka segera diberikan hidayah dan bisa kembali ke jalan yang benar.

begitu kan? paling tidak kita tidak, kita tidak ikut-ikut melakukan kesalahan yang sama kan? jika kita tau itu salah, masak ya kita akan mengikuti untuk melakukannya juga? tidak kan??

entahlah … tapi saya percaya bahwa pasti ada jalan keluar dari setiap masalah yang ada, meskipun mungkin jalan keluar itu bukan merupakan jalan yang selalu bertabur dengan bunga, tapi juga kadang bertabur dengan duri. tapi memang begitu seharusnya kehidupan bukan??

salah dan benar terkadang soal persepsi dan prinsip, jika memang tidak bisa diketemukan ya sudah, jalan sendiri-sendiri saja tanpa harus saling bersinggungan. bisa kan?

tulisan ini hanya pengingat untuk diri sendiri dan saudara-saudara yang lain juga, jika sekiranya ada kata-kata atau tulisan yang dinilai mendiskritkan pihak-pihak tertentu, silahkan berikan feedback, supaya saya bisa perbaiki.

#me #beSmart #beWise

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s