Subjektif itu manusiawi

Iya, tentu saja … subjektif itu sangat manusiawi. kenapa? karena kita pada dasarnya akan cenderung membenarkan diri sendiri sehingga pada saat kita sedang tidak menyukai seseorang, maka apapun yang dilakukan orang itu atau hal-hal yang berkaitan dengan orang itu menjadi begitu salah di mata kita. tenang … itu manusiawi.

Tapi hanya karena itu manusiawi lantas itu selalu baik? belum tentu … subjektif akan membatasi cara pandang kita terhadap seseorang atau sesuatu. Karena kita hanya memandang dari satu sisi saja, yaitu sisi yang kita nyaman atau sisi yang membuat kita penasaran. subjektif juga akan cenderung membuat kita menjadi defensif, yaitu mencoba sekuat tenaga mempertahankan pendapat atau apa yang kita yakini tanpa mau menerima masukan dari orang lain atau pendapat dari luar diri kita.

Mengendalikan diri agar tidak menjadi subjektif adalah bukan perkara mudah, butuh latihan, butuh waktu dan butuh proses juga. oleh sebab itu, kita harus terus menerus belajar dari setiap hal yang kita alami atau setiap orang yang hadir dalam hidup kita. dari merekalah kita bisa belajar bahwa kita tidak sendiri, dan kita juga harus bisa saling menghargai pendapat orang lain, bahwa kita kadang harus mau untuk mencoba membuka cara pandang kita dengan memandang satu hal atau seseorang dengan cara pandang orang lain. siapa tahu dari situ kita bisa lebih tahu, dan ada yang sebelumnya tak pernah terlintas di pikiran kita menjadi ter-pikirkan oleh kita. tentu saja itu akan jadi pengalaman yang sangat luar biasa bermanfaat bukan?

Pernah memiliki pengalaman menjadi subjektif itu perlu, supaya kita tahu bedanya cara pandang kita dengan cara pandang orang lain dan kita bisa belajar dari situ. Aku juga masih terus belajar, belajar untuk bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Belajar menerima bahwa tak selamanya pendapatku itu benar, dan pendapat orang lain itu salah. Karena mungkin saja ada banyak faktor yang mendasari kenapa mereka berpendapat berbeda, mungkin karena kondisi dan situasi yang berbeda dengan aku. bisa jadi kan?

Jadi, menjadi subjektif itu manusiawi … tapi belajar menilai seseorang dan sesuatu secara objektif akan membuat kita bisa lebih dewasa dari hari ke hari.

mudah-mudahan bermanfaat !

#me #myself

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s