Bebas berekspresi bukan berarti bisa semau sendiri

Banyak orang yang mengira bahwa sekarang ini jaman bebas berekspresi, sekarang jaman nya demokrasi, tidak lagi dibatasi saat orang ingin mengungkapkan pendapat, ada apa-apa sedikit atas nama HAM bisa dibawa-bawa dan pasti tidak akan ada hukum yang bisa berbuat banyak atasnya. Entahlah, apa yang sudah membuat banyak orang memiliki pemikiran yang demikian tapi menurutku kita tidak bisa demikian.

Segala sesuatu memiliki aturannya sendiri-sendiri, bahkan tentang kebebasan itu sendiri juga pasti ada aturannya. Bebas berpendapat bukan berarti bisa membuat kita bebas memaki orang lain, bebas berekspresi bukan berarti kita bebas merusak properti pribadi orang lain, bebas berkarya bukan berarti juga kita bisa mengabaikan kaidah-kaidah dan norma-norma kebaikan dan kepatutan, dan lain sebagainya.

Jika ada yang berpendapat bahwa seni itu bebas, tidak boleh dibatasi. Menurut saya pribadi, itu benar dan saya setuju SEPANJANG itu tetap mengindahkan kaidah-kaidah dan norma-norma kebaikan dan kepatutan. Jika itu ternyata sudah tidak mengindahkan hal-hal tersebut, maka saya pikir hanya orang GILA yang berpendapat bahwa seni itu bebas dan tidak bisa dibatasi oleh apapun.

Ini opini pribadi, bukan memaki. Saya memiliki opini yang demikian juga karena ada dasarnya. Hidup kita ini perlu diatur, itulah sebabnya kita butuh agama atau kepercayaan. Saya tidak akan berbicara tentang salah satu agama di sini. Agama yang saya maksud di sini adalah pegangan hidup, yang mengajarkan kita tentang kehidupan dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Saya sangat yakin tidak ada agama yang mengajarkan kita tentang hal-hal yang tidak baik. Kalaupun ada, itu pasti bukan agama atau hanya oknum yang menggunakan agama sebagai kedok untuk kepentingan pribadi.

Jika hidup kita ini tidak di atur, lalu apa jadinya. Jika ada orang yang berasa berhak untuk memaki=maki orang lain, dan kemudian orang lain merasa berhak untuk berbuat seenaknya atas properti pribadi orang lain lalu akan jadi seperti apa hidup kita ini? bisa dibayangkan?

Bebas juga bukan berarti kita bisa menghakimi orang lain bersalah hanya karena tidak sesuai dengan pendapat kita tanpa memandang apakah yang dilakukan memang benar-benar salah atau hanya kita yang merasa sok benar? yang saya bilang orang GILA di atas bukan berarti saya menghakimi, menurut pemikiran saya seperti itu. Jika seseorang sudah tidak mengindahkan norma-norma dan aturan yang berlaku hanya dengan beralasan itu adalah seni, itu tidak masuk logika dan bukan tindakan yang bisa dibenarkan menurut saya. Silahkan saja berekspresi, tapi tetap ikuti aturan yang ada, indahkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Paling tidak itu pendapat saya sebagai orang biasa yang mungkin tidak memahami seni tapi jika itu tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku, menurut saya itu bukan seni.

Anda boleh mengekspresikan kemampuan gravity anda dimanapun, tapi tidak di properti pribadi orang lain. Anda tidak berhak melakukan itu karena itu melanggar hak orang lain. Anda boleh mengekspresikan kemampuan anda menyampaikan pendapat, tapi bukan berarti Anda boleh berteriak-teriak di rumah orang seenaknya karena itu melanggar hak orang lain. Gampang kan? tidak neko-neko, jadi jika ada yang ternyata menganggap itu tidak seru jika tidak extreme, maka lakukan itu tanpa mengganggu hak pribadi orang lain.

Contohnya, jika anda ingin menguji nyali anda berjalan di atas tali di atas tebing, lakukan sendiri. Kalaupun anda jatuh juga anda sendiri yang mati. itu lebih tidak masalah, tapi bukan dengan memanjat tower listrik atau operator seluler. Itu bukan tower anda, itu tower milik orang lain. Kalau mau mati ya mati saja dengan cara yang elegan dan tidak menyusahkan orang lain.

Jika anda ingin mengekspresikan diri dalam hal menyampaikan pendapat, latihan di ruangan kedap suara, di studio atau di tempat lain yang sekiranya orang-orang tidak merasa diganggu hak nya oleh suara anda. Saya yakin tempat-tempat seperti itu banyak dan bisa dikondisikan.

Saya yakin bahwa pelajaran tentang menghormati dan menghargai orang lain adalah pelajaran penting yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita, supaya mereka bisa menjadi lebih baik di kemudian hari.

Nilai-nilai kebaikan dan kebijakan dalam hidup itu gampang untuk bisa dikenali, jika itu baik dan tidak melanggar hak orang lain dan tidak merugikan orang lain tanpa alasan yang jelas, maka itu baik. Kebaikan itu bisa dirasakan dengan hati, sebagai manusia kita dilahirkan sama dan diberikan hati yang sama-sama bisa merasakan dan menilai kebaikan dan ketulusan. Jadi jika ternyata itu tidak sesuai dengan nilai-nilai kebaikan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat maka mungkin perlu dipertimbangkan kembali jika ingin dilakukan atau diungkapkan.

Jadi, bebas berekspresi bukan berarti bisa semaunya sendiri. Dan jika ternyata Anda diperkosa karena memamerkan tubuh anda di muka umum ya itu salah Anda !, jika anda berpendapat bahwa otak mereka saja yang mesum, maka saya tidak bisa menyalahkan otak mereka, karena otak siapapun juga akan sama jika normal saat melihat yang demikian. Tidak usah mencari pembenaran, karena sejak awal Anda salah karena memakai pakaian yang tidak pantas dipakai di muka umum. itu saja !

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat !

#me #beWise #beSmart

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s