Maaf jika itu terasa seperti tamparan buatmu

Tak ada orang yang suka ditampar, baik secara fisik maupun secara perasaan. karena pada dasarnya, ditampar itu bukan satu hal yang menyenangkan. Tamparan mungkin bukan hal yang baik untuk bisa dijadikan contoh, tapi tamparan lah yang terkadang membangunkan kita dan menyadarkan kita bahwa kita salah. Dan jika untuk hal tersebut aku dibenci, aku akan rela.

Aku lakukan semua itu bukan karena aku benci, justru karena aku peduli. Entah apa yang sudah kau lalui tapi tanpa kau mau berbagi, maka jangan pernah salahkan orang lain jika tak mengerti apa yang kau ingini. Jadi tidak adil ketika kita disalahkan karena tidak mengerti tentang apa yang memang kita tidak pernah dibagi. Tidak semua dari kita memiliki indra ke enam yang mampu mendeteksi keinginan dan kemauan seseorang tanpa harus orang tersebut menceritakannya kepada kita.

Dan satu hal lagi, jika sesuatu terjadi kepada kita atau orang-orang terdekat kita dan itu dianggap sebagai karma. Aku lebih setuju jika semua kejadian pasti ada maksudnya, dan setiap kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan dan putuskan. Jika ternyata kita membuat orang-orang di sekitar kita menjadi menderita, tanpa harus diberitahu pasti suatu saat akan datang masa nya yang membuat kita sadar bahwa apa yang kita lakukan itu salah. Tapi tidak dengan mem-judge seseorang bersalah atas apa yang kita alami, itu sama sekali tidak masuk akal. Jika mau menyalahkan, salahkan diri sendiri. Coba koreksi apa yang bisa diperbaiki dari diri sendiri, dan lakukan. Itu justru akan jauh lebih baik dan membuat semua masalah yang dihadapi juga akan terasa lebih ringan.

Untuk orang yang lemah, 10 kg itu berat. Tapi untuk orang yang kuat, 10 kg itu sangatlah ringan. Jadi masalahnya bukan di 10 kg nya, tapi di kita nya. Apakah kita termasuk orang yang lemah atau termasuk orang yang kuat. Membenarkan perbuatan salah kita agar terlihat benar itu bukan tindakan bijak. Dimanapun, dalam posisi seperti apapun, jika tindakan itu salah ya salah !, jika benar ya benar !. Sudah ada aturannya tersendiri untuk semua itu.

Tumbuhlah dewasa dengan segala rintangan dan cobaan yang datang kepadamu, membajalah dan menjadi kuatlah kamu dengan segala yang sedang kamu hadapi sekarang ini. Bukan air laut yang tenang yang menjadikan seorang pelaut handal dan kuat, tapi ombak dan badai yang dahsyat yang menjadikan pelaut handal. Masing-masing dari kita memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Coba untuk bisa mengerti itu, dan jika memang ingin berbagi akan selalu ada ruang untuk kita bisa duduk bersama dan bercerita.

Mudah-mudahan kau selalu dalam lindungan dan limpahan rahmat dan kasih sayang Tuhan.

dedicated to : seseorang yang aku sayangi

#me