belajar tentang sabar ( myAlzena )

Sabar mungkin adalah satu kata sederhana yang mudah diucapkan dan mudah diartikan oleh semua orang, tapi kata kerja yang satu ini tidak selalu mudah untuk bisa dilakukan, bahkan butuh waktu lama untuk bisa melakukannya dengan baik dan itupun masih dikatakan belajar karena bisa jadi di kemudian hari akan ada lagi ujian untuk sabar yang akan datang menghampiri. Dan kali ini aku punya kesempatan belajar sabar dari orang yang menurut aku pribadi adalah orang yang luar biasa.

Bukan bermaksud ngegombal karena kebetulan orang itu adalah kekasih saya saat ini tapi memang begitulah adanya dan yang aku alami. Sosok yang sederhana, gak neko-neko, penuh kasih sayang dan satu hal lagi … iya betul, Sabar. Dengan kesabarannya itu juga dia bertahan dan bisa menahan keinginan pribadinya demi buah hati tercinta. Jika itu dilakukan cuma satu atau dua hari, satu atau dua bulan mungkin masih biasa, tapi dia bisa melakukannya bertahun-tahun, dan masih tetap istiqomah. Alhamdulillah, aku selalu bersyukur saat mengingat bahwa aku diberikan kesempatan kedua untuk bisa bertemu dengannya.

Aku pernah mengenal beberapa orang yang kemudian berbagi cerita kehidupannya kepadaku, tidak semua memiliki ujian kesabaran yang sama dan tidak semua bisa menjadikan ujian itu sebagai pelajaran yang mendewasakan dirinya dari waktu ke waktu. Ya, tentu saja tetap ada yang bisa melewatinya dan menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh dan kuat setelahnya. Dan dari situ aku belajar, bahwa mungkin ujian yang aku dapatkan masih belum seberapa jika dibandingkan dengan apa yang telah mereka lalui selama ini. Terlebih jika mereka adalah perempuan, sedangkan aku laki-laki. Yang seharusnya aku bisa lebih kuat menghadapi cobaan hidup.

Dan di sinilah, kembali aku belajar tentang arti sabar dan berusaha untuk bisa menjalaninya. Belajar tentang arti keluarga dan berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik untuk mereka. Aku kembali bersyukur bahwa mereka yang datang dan pergi dalam kehidupanku selalu memberikan satu pelajaran berarti. Mudah-mudahan aku bisa belajar dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah ini. Mudah-mudahan.

Jadi tak berlebihan kiranya jika aku mengaguminya karena kesabarannya, menyayanginya karena kesederhanaannya dan mencintainya karena agamanya. Aku berhenti mencari, aku merasa bahwa aku harus berusaha memperjuangkan kesempatan ini. Karena mungkin kesempatan semacam ini tak datang dua kali. Mudah-mudahan dia adalah jawaban dari doaku selama ini, dialah yang akan menjadikan dunia dan akhiratku lebih baik saat aku bersamanya.

Jikapun tidak, aku tetap tak kan pernah kecewa. Aku mencintainya karena Tuhanku, dan jika saja Tuhan tidak mengijinkan aku untuk bisa menjadi imamnya, aku percaya dan yakin sepenuhnya bahwa Tuhan tidak pernah salah dan selalu punya rencana terbaik untuk setiap ummatnya.

Dedicated for my alzena,
thank you for everything🙂 may Alloh SWT gives HIS bless to us always🙂