Okay, sekarang lagi pengen nulis tentang salah siapa? seperti yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari bahwa banyak peristiwa yang terjadi, dan kadang-kadang peristiwa itu bukan satu hal yang menyenangkan. Dan seperti manusia biasa lainnya, kita sering juga menyalahkan bahwa ini adalah salah si A, atau karena salah si B dan lain sebagainya. Oleh karena itu kali ini pengen bisa nulis pendapat pribadi aku tentang salah siapa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat !

Menyalahkan orang lain itu adalah pekerjaan yang paling mudah dilakukan, dan mungkin adalah salah satu yang menyenangkan untuk dilakukan. akui saja, ya kan ? tapi sebenarnya kita tidak bisa serta merta lalu sembarangan menyalahkan atau menvonis orang lain adalah penyebab dari sesuatu hal yang terjadi. contohnya di Sekolah.

jika guru sudah berusaha untuk mengajarkan kepada murid-muridnya tentang nilai-nilai kebaikan dan ilmu yang bermanfaat tapi ternyata ada salah satu atau beberapa muridnya yang ternyata nakal dan berbuat salah atau bahkan melanggar hukum? sapa siapa? Gurunya ? eiit tunggu dulu !

jika dalam satu perusahaan, pimpinan sudah berusaha memberikan arahan yang baik kepada anggota team nya dan ternyata anggota teamnya justru melakukan hal yang salah atau bahkan merugikan perusahaan atau orang lain. salah siapa ? salah pimpinannya? eiittt tunggu dulu !

jika dalam keluarga, orang tua sudah berusaha mendidik anaknya dengan nilai-nilai yang baik tapi ternyata dalam pertumbuhannya si anak menjadi anak yang bengal dan akhirnya berbuat salah atau berbuat melanggar hukum. salah siapa? orang tua ? eiiit tunggu dulu !

jika dalam pemerintahan, para pemimpinannya sudah berusaha memberikan petunjuk yang baik dengan rancangan yang sudah baik, tapi pada pelaksanaannya ternyata ada bawahannya yang tidak mentaati peraturan dan menjalankan petunjuk pimpinannya. salah siapa ? salah pimpinannya ? eeiitt tunggu dulu !

jika dalam agama, Tuhan telah memberikan perintah untuk melakukan kebaikan dan melarang berbuat jahat, tapi ternyata ada umatnya yang tetap berbuat jahat. salah siapa ? salah Tuhan ? eiiit tunggu dulu !

yang aku coba sampaikan adalah bahwa kita sama sekali tidak berkuasa atas diri orang lain. kita hanya berkuasa atas diri kita sendiri. seandainya ternyata ada orang lain yang melakukan kesalahan atau berbuat salah, pertama yang harus disalahkan adalah orang tersebut. bukan orang lain tentu saja kan?

andai saja memang ada orang lain yang ikut andil dalam kesalahan itu, maka itu butuh penelusuran lebih lanjut, tapi tetap saja tidak bijak rasanya jika kita langsung menvonis orang lain hanya karena ada anak buah nya, anaknya, muridnya, karyawannya yang melakukan kesalahan. itu tidak adil juga menurut aku pribadi.

jadi, saat kita menemui satu kesalahan atau hal yang tidak benar dalam kehidupan, entah itu di rumah, di sekolah, di kantor, di masyarakat bahkan di partai sekalipun. saat berbuat salah, maka itu menjadi tanggung jawab pribadi yang berbuat salah. orang lain di sekitar dia atau yang menyuruh atau terkait dengan tindakan kesalahan itu, menjadi orang yang MUNGKIN bersalah di level yang berbeda.

jadi saat Jakarta macetnya tidak kunjung dapat solusi, jangan serta merta tunjuk satu atau dua orang sebagai biang keroknya. karena satu dua orang tidak akan bisa mengubah Jakarta menjadi bebas macet. be wise !

ini mungkin efek dari ‘nila setitik rusak susu se-belanga’, dan mungkin itu juga human nature nya kita sebagai manusia. tapi jika bisa menjadi bijak, kenapa tidak ?

be wise, be smart and be happy !