Sering kita dengar orang berkata bahwa cinta itu bukan segalanya, cinta tak bisa membuat perut kenyang, cinta tak bisa menghangatkan di kala hujan, cinta tak bisa membiayai anak kuliah, cinta saja tak cukup untuk bisa bahagia, dan lain sebagainya. Bagaimana jika kita coba lihat itu dari sisi yang lain. Mari …

Dalam hidup mungkin cinta sering kali dianggap tak cukup untuk bisa bahagia. Apalagi di jaman sekarang yang segala sesuatu dinilai dari sisi materi. Kita menganggap segala sesuatu bisa dibeli dengan uang. Kita menganggap uang adalah segalanya. Bukan ingin menjadi sok naif, tapi kita memang butuh uang. Tapi jika saja kita mau sejenak menyadari bahwa dalam hidup kita, semua butuh cinta. Sadari atau tidak.

Cinta tak bisa membuat perut menjadi kenyang, tapi cinta yang membuat kita bersabar dan menahan perut lapar dengan ikhlas serta cinta juga yang membuat kita berusaha mati-matian untuk bisa menjaga orang yang kita cintai tidak kelaparan. Cinta yang menggerakkan kita.

Cinta tak dapat menghangatkan diri kita di kala hujan, tapi cinta yang membuat kita rela menahan dingin udara malam dan merelakan apa yang kita punya untuk bisa menjaga orang yang kita cintai tetap bisa merasa hangat.

Cinta tak bisa membiayai anak sampai kuliah, tapi kita juga harus ingat bahwa cinta yang membuat orang tua tak kenal lelah berjuang dan bekerja siang malam untuk dapat membiayai anak mereka sekolah setinggi mungkin.

Lalu, bagaimana bisa cinta bukan segalanya?

kita terlahir ke dunia telanjang dan tak membawa apa-apa. Tapi Tuhan telah memberikan kita semua yang kita butuhkan untuk bisa bertahan di dunia. Dua malaikat yang menjelma dalam wujud manusia yang sering kita panggil mamah papah, ayah ibu, orang tua kita. Dan Tuhan juga telah memberikan hati kepada kita untuk bisa bahagia dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Tuhan juga memberikan kepada kita rasa cinta bersama dengan hati tersebut agar kita bisa saling menyayangi, saling mencintai dan berbahagia. Jadi, diri kita sendiri yang membuat harta mengambil alih posisi hati untuk bisa bahagia. Diri kita sendiri yang menjadikan harta adalah tolok ukur untuk bisa bahagia. Padahal Tuhan sudah memberikan hati dan rasa cinta yang bisa membuat kita bahagia, meski tak bergelimang harta.

Nantinya pun pada saat kita meninggal, kita juga tak akan membawa apa-apa kecuali kebaikan yang telah kita lakukan di dunia dengan rasa cinta yang Tuhan berikan. Dari tanah kembali ke tanah.

Jadi, saat kita berkata bahwa cinta bukan segalanya sepertinya kita sudah kehilangan arah dan fokus kita. Cinta adalah segalanya, jangan pernah sampai kita kehilangan cinta dari dalam hati kita. Karena saat itu terjadi, tak akan ada lagi yang bisa berarti di hidup kita di dunia ini.

Mari cintai mereka yang ada di sekitar kita, yang selalu mendukung kita, yang selalu ada untuk kita, yang menjadi alasan kita bisa bahagia.

I Love You

#beWise #beSmart #beHappy