Tinggal bilang saja, apa susahnya ?

Kelihatannya mudah ya, tinggal bilang saja .. apa susahnya ? tapi jika Kita ada di posisi sebagai figur publik atau tokoh masyarakat atau pemimpin. Maka mungkin semuanya tak lagi sederhana seperti yang kita pikirkan. Perlu banyak pertimbangan, perlu banyak pemikiran, perlu banyak analisa sebelum mengatakan dan menyampaikan sesuatu kepada publik.

Beberapa hari kemaren sempat baca di media sosial tentang kampanye hitam yang ditujukan kepada kedua capres dan cawapres yang akan berlaga di 9 Juli 2014 nanti. Lalu apa yang harus dikatakan oleh kedua capres dan cawapres terkait dengan kampanye hitam dan fitnah-fitnah yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab itu ?

Jawaban sederhananya adlaah : Ya tinggal bilang saja, apa susahnya ? sampaikan kenyataan yang sebenarnya, dukung dengan menunjukkan bukti-bukti yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum, buka saja jika memang harus dibuka tentang masalah yang diungkit tersebut. Jika memang tidak bersalah, rakyat pasti akan membela dan ada di belakang mereka.

Tapi masalah berikutnya adalah rakyat itu sendiri yang terlalu mudah termakan oleh isu-isu yang belum tentu benar. Hanya dengan sedikit permainan kata-kata dan fakta, pandangan rakyat terhadap pemimpinnya bisa langsung berubah total. Ini yang menyebabkan kampanye hitam seperti percikan api yang berada di antara bensin yang tertumpah. Dengan mudahnya bisa membakar bensin itu dalam waktu yang sangat singkat.

Apalagi yang saling bertikai dan berseteru adalah sebenarnya saudara-sadaura sebangsa dan setanah air. Yang mengakui Indonesia sebagai bangsa dan Tanah airnya. ironis ya ? Pemilu yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan rakyat menyambut pemimpin baru dengan harapan baru, diawali dengan perseteruan mereka dengan saudara-saudara mereka sendiri.

Di sisi lain, jika pemimpin hanya disibukkan dengan urusan mengklarifikasi kampanye hitam, maka pemimpin tersebut tidak akan punya waktu untuk bisa bekerja untuk rakyat, menyampaikan apa yang mejadi gagasan dan apa yang akan dia lakukan untuk kebaikan dan kemakmuran rakyat. ahh entahlah …

Lalu seperti apa jalan keluarnya ? sebenernya akan selalu ada yang bisa dilakukan untuk mengklarifikasi semua kampanye hitam tersebut. Kemajuan teknologi, jejaring sosial, internet, youtube dan lain sebagainya dapat digunakan untuk menyebarluaskan berita dan klarifikasi terhadap isu kampanye hitam. Ini pisau bermata dua, karena segala kemajuan teknologi seperti di atas juga merupakan sarana efektif untuk melancarkan kampanye hitam.

Jika yang disampaikan adalah benar, dengan bukti-bukti yang bisa dipertanggung jawabkan. Sehebat apapun penyanggahan yang dilakukan, akan tertepis dengan sendirinya. karena rakyat juga lama-lama bisa membedakan, mana yang benar dan mana yang salah.

#me