hari minggu yang punya banyak cerita

Diawali dengan perjalanan pagi hari ke stasiun pasar senen dengan menggunakan kopaja. biasanya aku lebih memilih untuk naik kopaja ac, tapi pagi tadi karena satu dan lain hal, aku memilih untuk naik kopaja biasa.
Seiring perjalanan ke terminal pasar senen yang kira-kira butuh waktu setengah jam dari mampang prapatan, aku berada di kursi paling belakang. terlihat sepanjang perjalanan orang-orang telah banyak yang sibuk dengan usaha dan ikhtiarnya masing-masing untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.
ada yang jadi supir taksi, ada yang jadi kondektur bus, ada yang jadi pedagang sayur di pasar ada yang menjadi pengangkut sampah untuk pemerintah DKI Jakarta dan banyak lagi.
Aku sempat termenung, memikirkan bahwa Jakarta memang tidak bisa diperlakukan dengan lemah lembut, jika ingin bertahan hidup di sini, harus bisa dan berani bekerja keras, sangat keras. seketika itu pula, aku menjadi malu. malu pada mereka, malu pada diriku sendiri. dan tentu saja malu dengan Tuhan.
Telah begitu banyak kemudahan dan keringanan yang diberikan untukku, namun tetap saja aku tak bisa melihat itu dan bersyukur, tapi justru terus saja berusaha mencari kekurangan yang ada pada diriku. ahh betapa tidak tahu dirinya aku.
Belum juga selesai aku malu pada diriku, sampai di terminal senen aku merasa jauh lebih malu lagi. Mereka yang berada di sana telah sedari gelap tadi beraktivitas untuk mencari rizki, entah itu halal atau haram aku tak akan membahasnya.
Dan siang ini, masih juga aku belum pulang. Masih dalam perjalananku dengan kereta menuju ‘rumah’ku di Jakarta dengan membawa begitu banyak pelajaran yang mudah-mudahan bisa membuatku tersadarkan bahwa aku sudah seharusnya lebih banyak bersyukur, bukan selalu menuntut untuk mendapatkan semua dengan sempurna.

Tuhan, beri aku kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi.

#OnMyWayHome